Dollar rally, data payroll dinanti
Jakarta, Strategydesk - Dollar menguat terhadap semua rival utamanya menyusul risk aversion karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa kembali menyerang pasar.
Indeks dollar berhasil naik 1% hingga ke level tertinggi dalam setahun terakhir menyusul masalah permodalan perbankan Eropa. Indeks dollar rally sampai 81,016 akibat sentimen pasar yang semakin negatif di tengah absennya berita positif dari Eropa. Kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa belumlah surut, yang membuat euro terjungkal. Di sisi lain, data ekonomi AS juga berperan atas penguatan dollar.
Euro anjlok ke level terendah dalam 16 bulan terakhir karena semakin jelas bahwa bank Eropa, yang mengalami kerugian besar dari obligasi pemerintah, kesulitan mendapatkan dana segar. Salah satunya UniCredit, bank terbesar Italia, yang mengumumkan rencana pengumpulan dana dengan menjual saham yang didiskon hingga 69%. Situasi ini ditakutkan juga terjadi pada bank-bank lainnya di belahan Eropa.
Euro juga tertekan menyusul lelang obligasi Perancis, yang harus memberikan yield lebih tinggi. Perancis mengumpulkan 7,96 miliar euro, tapi permintaan lebih rendah dari lelang bulan lalu. Hasil lelang ini mencerminkan kekhawatiran investor akan ancaman downgrade. Perancis terancam kehilangan rating topnya, yang bila terjadi dapat memberikan implikasi buruk ke rating dana talangan.
Semua berita itu menunjukkan pasar cemas mengenai pembiayaan yang dialami baik pemerintah maupun swasta. Euro terjerembab hingga $1,2769, terendah sejak September 2010. Euro juga terjun terhadap yen sampai ke level terendah dalam 11 tahun terakhir, di 98,45. Mencerminkan gelombang risk aversion, sterling dan aussie terkena imbasnya. Sterling tersungkur hingga $1,5465, sedangkan aussie merosot sampai $1,0229.
Kinerja dollar begitu cemerlang hingga turut menguat terhadap yen, sampai di 77,20, dan franc, ke 0,9537. Greenback juga menguat berkat serangkaian data ekonomi AS yang mengesankan. Data dari ADP menunjukkan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebanyak 325.000 selama Desember, jauh lebih besar dari prediksi 175.000. Initial jobless claims turun sebesar 9000 dan tetap berada di bawah 400.000.
Kedua data itu menimbulkan ekspektasi data ketenagakerjaan nanti malam juga akan bagus. Prediksinya, payroll bertambah 150.000 selama Desember dan tingkat pengangguran naik ke 8,7% dari 8,6%. Sebelum payroll, ada beberapa data dari Eropa, yaitu factory orders Jerman, pengangguran dan penjualan ritel zona euro. Tanpa ada berita positif soal Eropa, sentimen pasar masih tetap negatif.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Mei 2012)
- Euro masih merana, aussie melesat
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (09 Mei 2012)
- Gejolak politik Yunani tekan euro



