Dollar mixed pasca data AS
Jakarta, Strategydesk - Dollar mixed terhadap rivalnya menyusul data ekonomi yang lebih baik dari prediksi, mengurangi kecemasan mengenai pemulihan ekonomi global. Sedangkan euro terangkat oleh pernyataan Presiden ECB Jean-Claude Trichet.
Dollar melemah terhadap euro, franc dan aussie, namun menguat terhadap yen dan sterling. Data semalam menunjukan initial jobless claims turun menjadi 454.000 minggu lalu, dari 475.000 minggu sebelumnya.
Selain itu, data dari ICSC menunjukan chain store sales naik 3,0% selama Juni. Kedua Data itu mengangkat sentimen pasar, yang sempat tertekan oleh serangkaian data ekonomi AS yang menunjukan perlambatan pemulihan ekonomi.
Data lainnya adalah produksi industrial Jerman, yang selama Mei naik 2,6% per bulan dan 12,4% per tahun. Kenaikan itu lebih baik dari prediksi 0,9% (m/m) dan 9,3% (y/y). Data ini menjadi bukti bahwa pelemahan euro mendorong permintaan produk Jerman.
Selain karena data yang positif, euro juga menguat berkat pernyataan Trichet pasca keputusan suku bunga. ECB mempertahankan rate-nya di 1,0%, sesuai prediksi. Trichet mengatakan ia menyambut baik hasil stress test, yang akan diumumkan 23 Juli nanti. Ia menambahkan hasil tes itu akan mengembalikan kepercayaan terhadap sistem keuangan Eropa.
Mengenai ekonomi, Trichet mengatakan pemulihan semakin meraih momentum. Indikator menunjukan penguatan aktivitas ekonomi terjadi selama musim semi. Sedangkan ekspektasi inflasi masih tetap terkendali.
Dalam perdagangan di Asia hari ini, pasar masih bergerak stabil. Dollar masih belum beranjak dari posisi sebelumnya. Ini terlihat dari indeks dollar yang hanya naik 0,01%.
Tidak banyak data terjadwal hari ini, salah satunya adalah data perdagangan Inggris. Defisit perdagangan Inggris diperkirakan menyusut ke 3,0 miliar pound di Mei dari 3,2 miliar pound di bulan sebelumnya.
Tanpa didukung katalis yang solid, sulit bagi high-yielders untuk menguat signifikan. Oleh karena itu, euro dan aussie berpotensi untuk koreksi hari ini. Kalaupun tidak, kemungkinan akan terjebak dalam range terbatas.
Dollar kini berusaha menembus 89 yen. Lajunya juga perlu didukung faktor pendorong. Tanpa ada itu, sulit bagi greenback melaju lebih lanjut.
Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (07 Februari 2012)
- Euro stabil, aussie rapuh jelang RBA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (06 Februari 2012)
- Euro rentan seiring tenggat waktu Yunani
- Rekomendasi Trading FOrex Sesi Eropa, AS (03 Februari 2012)
- Pasar konsolidasi jelang payroll
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (02 Februari 2012)
- Risk appetite, dollar tergelincir
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (01 Februari 2012)
- Ketidakpastian nego Yunani tekan euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (31 Januari 2012)
- Investor resah, yen berjaya
- Rekomendasi Forex Sesi Eropa, AS (30 Januari 2012)
- Euro terkoreksi jelang pertemuan UE, deal Yunani
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (27 Januari 2012)



