Dollar menguat, minyak koreksi
Jakarta, Strategydesk - Minyak terkoreksi hari ini karena penguatan dollar, setelah berhasil menggapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Dollar menguat terhadap euro menjelang lelang obligasi Italia, yang dapat mempengaruhi sentimen pasar. Minyak sebenarnya sempat naik setelah Yunani dan Italia menunjuk pemimpin baru, yang datang dari kalangan ekonom dan diharapkan mampu menyelamatkan negara dari jeratan krisis. Tapi Kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa masih mendominasi pergerakan pasar keuangan.
Yield obligasi Italia, yang menembus 7% minggu lalu, menjadi indikator kondisi keuangan zona euro. Alhasil, perdagangan hari ini akan menyediakan indikasi penting soal bagaimana investor menyambut Italia pasca Berlusconi.
Faktor lain yang mendorong minyak adalah isu geopolitik, yaitu Iran. Barat, yang dimotori oleh AS, berencana menambah sanksi ke Iran terkait program nuklirnya. Mamanasnya ketegangan bisa semakin mendorong harga. Iran memproduksi sekitar 3,6 juta barel per hari, atau 5% output dunia.
Pada jam 17:25 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember turun 28 sen ke $98,71 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama stabil di $114,15 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



