Dollar jatuh, euro tembus $1,30
Jakarta, Strategydesk - Euro menguat sekitar 1% terhadap dollar menyusul data manufaktur global yang lebih baik dari prediksi, membangkitkan risk appetite yang berhasil menutupi kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa.
Pasar memulai perdagangan AS di awal 2012 dengan sentimen positif. Serangkaian laporan menggembirakan, termasuk data ketenagakerjaan Jerman, ditambah dengan data manufaktur dari AS, Inggris, dan China, menjadi katalis yang mendorong saham di awal tahun dan turut mengangkat euro dari level terendah dalam 15 bulan terakhir atas dollar dan 11 tahun terakhir atas yen.
Serangkaian data itu, untuk sementara, mengurangi kekhawatiran mengenai ekonomi global, terutama di saat Eropa berkutat dengan krisis utangnya. Data itu juga memberi alasan ke pasar untuk mengurangi pertaruhan euro akan jatuh. Euro menguat hingga $1,3076 menyusul data manufaktur AS. Pada jam 09:15 WIB, euro diperdagangkan di $1,3046. Minggu lalu, euro anjlok ke level terendah dalam 15 bulan terakhir $1,2858.
Indeks manufaktur ISM AS naik ke 53,9 di Desember dari 52,7 di Nopember, mengindikasikan sektor tersebut semakin tumbuh. Data lainnya menunjukkan pembelanjaan konstruksi meningkat 1,2% di Nopember. Data ini datang menyusul laporan yang memperlihatkan aktivitas manufaktur China membaik setelah mengalami kontraksi.
Dollar juga jatuh setelah FOMC Minutes memperlihatkan beberapa pejabat the Fed melihat kemungkinan perlunya pelonggaran lebih lanjut. Meski tidak menyebut secara spesifik bentuknya, pasar semakin berekspektasi akan prospek stimulus moneter berbentuk Quantitative Easing (QE).
Tapi isu yang menggoyang pasar keuangan dunia selama dua tahun masih ada di permukaan. Yield obligasi Italia terjebak dekat 7%, dan Spanyol memperingatkan defisit anggarannya bisa melebihi target. Sementara itu, resesi Yunani menimbulkan keraguan negara itu bisa mengurangi utangnya hingga 50%.
Para analis sepakat rally ini tidaklah didukung oleh kondisi fundamental, tapi lebih merupakan kelegaan atau ketenangan sementara. Alhasil, bila masalah Eropa kembali mencuat, euro bisa melorot lagi. Data terjadwal hari ini antara lain indeks PMI jasa jerman dan zona euro, dan factory orders AS. Pasar juga menantikan lelang obligasi Jerman dan Portugal hari ini.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Mei 2012)
- Euro masih merana, aussie melesat
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (09 Mei 2012)
- Gejolak politik Yunani tekan euro



