Dollar jatuh berkat data perumahan, FedEx
Jakarta, Strategydesk - Dollar melemah terhadap semua rival utamanya menyusul data perumahan AS yang lebih baik dari prediksi dan prospek laba FedEx yang membuat aset berisiko lebih menarik.
Data semalam menunjukan penjualan rumah baru (new home sales) meningkat 23,6%, jauh lebih baik dari prediksi 5%. Kenaikan ini mengurangi kecemasan mengenai pemulihan ekonomi AS, yang akhir-akhir ini menyerang pasar karena serangkaian indikator buruk.
Namun, data itu tidak mengangkat kembali dollar, yang akhir-akhir ini tertekan karena kecemasan tersebut. FedEx, perusahaan pengiriman paket terbesar kedua AS, menaikan proyeksi labanya untuk kuartal ke depan dan tahun ini karena perbaikan permintaan di pengiriman ekspres dan darat.
Data perumahan dan proyeksi FedEx itu membangkitkan minat terhadap aset berisiko seperti saham, yang berimbas terhadap permintaan high-yielders seperti euro dan sterling.
Euro berhasil meraih kembali $1,30. Selain karena faktor di atas, euro juga melaju berkat kelegaan pasar mengenai hasil stress test. Namun, masih ada kritik atas tes tersebut, yang dianggap kurang ketat.
Pasar juga mewaspadai laporan keuangan beberapa bank Eropa hari ini, termasuk Deutsche Bank, yang tidak mengungkapkan jumlah obligasi pemerintah yang dipegangnya dalam stress test.
Euro akan mencoba untuk meraih $1,31. Lajunya akan tergantung dengan sentimen pasar. Namun, sepertinya euro mampu bertahan di atas $1,28 kalau terjadi kejatuhan.
Sementara itu, sterling menguat ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir setelah bank besar Inggris dinyatakan lolos stress test.
Fokus pasar berikutnya adalah data sentimen konsumen AS hasil survei conference Board. Indeks ini diperkirakan turun ke 51 di Juli dari 52,9 bulan lalu. Penurunan indeks yang lebih besar dari prediksi akan dijadikan alasan untuk profit taking di bursa AS. Data lainnya adalah indeks manufaktur Richmond, yang diperkirakan turun ke 15 di Juli dari 23 di Juni.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (07 Februari 2012)
- Euro stabil, aussie rapuh jelang RBA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (06 Februari 2012)
- Euro rentan seiring tenggat waktu Yunani
- Rekomendasi Trading FOrex Sesi Eropa, AS (03 Februari 2012)
- Pasar konsolidasi jelang payroll
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (02 Februari 2012)
- Risk appetite, dollar tergelincir
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (01 Februari 2012)
- Ketidakpastian nego Yunani tekan euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (31 Januari 2012)
- Investor resah, yen berjaya
- Rekomendasi Forex Sesi Eropa, AS (30 Januari 2012)
- Euro terkoreksi jelang pertemuan UE, deal Yunani
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (27 Januari 2012)



