Di $97, minyak lanjutkan koreksi
Jakarta, Strategydesk - Minyak bergerak di kisaran $97 per barel hari ini, melanjutkan koreksinya di tengah penguatan dollar dan menyusul kenaikan yield obligasi Italia.
Dollar menguat terhadap rivalnya di tengah mencuatnya kembali kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa. Hasil lelang obligasi Italia mengecewakan pasar, dengan yield mencapai 6,29%, untuk dapat berhasil mengumpulkan 3 miliar euro.
Para analis mengatakan hasil lelang itu menunjukkan krisis utang berdampak ke keuangan Italia, dan mereka mempertanyakan seberapa lama negara tersebut bisa menanggung yield setinggi itu. Italia adalah ekonomi terbesar ketiga Eropa dengan utang yang mencapai hampir 2 triliun euro, atau 120% PDB-nya. Alhasil, banyak kalangan yang masih khawatir akan prospek Italia, meski ada pemimpin baru.
Menambah ketidakpastian, datang berita partai Kanselir Angela Merkel menyerukan gagasan untuk mengizinkan negara keluar secara sukarela dari zona euro. Pelemahan euro turut mempengaruhi pergerakan mata uang berisiko lainnya seperti sterling dan aussie.
Minyak kemarin sempat menyentuh $99,66 per barel, level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Harga telah naik 30% dari $75 sejak 4 Oktober karena optimisme Eropa akan menghasilkan solusi komprehensif atasi krisis utang dan ekonomi AS akan menghindari resesi. Harga juga mendekati $100 karena isu geopolitik terkait program nuklir Iran.
Selain penguatan dollar, minyak juga bisa tertekan bila serangkaian data hari ini lebih buruk dari prediksi, di antaranya PDB Jerman dan zona euro. Kedua data diperkirakan akan menunjukkan ekonomi melambat selama kuartal ketiga dari kuartal sebelumnya. Data lainnya adalah indeks sentimen investor Jerman hasil survei ZEW, yang diperkirakan semakin jatuh.
Pada jam 14:14 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember turun 39 sen ke $97,75 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama naik 13 sen ke $112,02 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



