Dekati area $1250, emas dilanda aksi jual
Jakarta, Strategydesk - Naiknya emas dalam empat minggu terakhir ini telah memaksa para pelaku pasar untuk menjual cadangan emasnya, ditambah dengan pernyataan ketua The FED, Ben Bernanke yang mengatakan yang berjandi untuk berkomitmen dalam usaha pemulihan ekonomi.
Di awal minggu ini, emas turun dan sempat menyentuh level 1234.60 per ons. Logam mulia tersebut berhasil menguat sebesar 4,6% di bulan lalu menyusul adanya tanda-tanda pelambatan pemulihan ekonomi. Hal ini mendorong permintaan emas sebagai sarana lindung nilai.
Untuk jangka panjang emas masih tetap berpeluang bullish. Namun, memasuki area resistance di $1250 aksi jual emas terjadi, hal ini berbarengan dengan naiknya bursa saham, yang memicu aksi risk appetite.
Pada hari ini bursa saham naik tajam setelah Bernanke mengatakan bank sentral memiliki cara untuk mencegah ekonomi AS terhindar dari resesi. Untuk jangka pendek usaha itu terlihat berhasil, namun masih dibutuhkan stimulus lebih banyak.
Sementara itu, esok hari India akan merilis data produk domestik bruto yang mungkin menunjukkan ekspansi tercepat dalam dua dan setengah tahun, menurut survei Bloomberg.
Di tahun ini emas telah menguat sebesar 13%, dan sempat menorehkan level tertingginya di level $1265.30. Sedangkan cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar mengalami peningkatan 0,61 metrik ton menjadi 1.298,56 metrik ton pada 27 Agustus.
Dari kajian teknikal, tren keseluruhan masih menunjukkan pola bullish bagi emas. Namun dalam jangka pendek harga sepertinya masih terjebak pada area support-nya di 122.90 dan resistance-nya di 1242.50. Kedua level tersebut akan menjadi penentu arah selanjutnya. Penembusan harga di bawah support bisa membawa peluang koreksi lebih jauh untuk kembali menuju support selanjutnya di 12.18.75. Sebaliknya, jika resistance ditembus, akan membuka kenaikan menuju area 1250.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak kembali uji area $100
- Yunani masih belum jelas, emas terkoreksi
- Yunani mendekati "deal", emas rebound
- Minyak masih tren bearish jangka pendek
- Masalah Yunani mencuat, emas terkoreksi
- Minyak masih melemah
- Fokus ke payroll, minyak konsolidasi
- Minyak uji support 97.50
- Manufaktur global membaik, emas ikut terangkat.
- Dampak negatif data AS tekan minyak
- Emas masih stabil, Fokus Yunani
- Bullish minyak tertahan voting Iran
- Aksi profit taking hentikan kenaikan emas
- Minyak berpotensi fluktuasi
- Pasca rally, emas terkoreksi, fokus Yunani



