Data tunjukan perlambatan ekonomi China

Tanggal August 11, 2010 / 3:27 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Serangkaian indikator menjadi bukti terbaru ekonomi China mulai melambat setelah mencatat pertumbuhan pesat di semester pertama tahun ini.

Data produksi industrial, penjualan ritel, investasi aset tetap dan perkreditan selama Juli, memberikan gambaran negara yang masih mencatat pertumbuhan tertinggi di dunia, namun lajunya berkurang.

Merosotnya penjualan ritel dan investasi aset tetap, ditambah dengan melambatnya impor, menigindikasikan lebih hati-hatinya konsumen dan investor di China. Di sisi lain, ekspor terus meningkat, mengindikasikan China kembali menjadi negara yang mengandalkan perdagangan internasional untuk menopang pertumbuhannya dan mengurangi pengangguran.

Produksi industrial tumbuh 13,4% selama Juli dari tahun lalu, sesuai prediksi. Namun, melambat bila dibandingkan pertumbuhan tahunan di Juni yang 13,7%.  Sedangkan penjualan ritel tumbuh 17,9% di Juli, melambat dari 18,3% di Juni. Pasar memperkirakan penjualana ritel tumbuh 18,5% di Juli.

Sementara itu, investasi aset tetap tumbuh 24,9%, lebih buruk dari prediksi 25,3%, setelah tumbuh 25,5% di Juni. Ketiga data itu menegaskan perlambatan ekonomi China.

Data lainnya menunjukan bahwa inflasi tahunan naik 3,3% di Juli, setelah naik 2,9% di bulan sebelumnya. Data ini meningkatkan kecemasan Beijing akan semakin memperketat kebijakan, yang akhirnya dapat memperlambat pertumbuhan.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account