Data perdagangan angkat aussie
Jakarta, Strategydesk - Aussie melanjutkan tren penguatannya dan berhasil menggapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir berkat data perdagangan yang memperlihatkan surplus.
Meski mata uangnya terus mengalami apresiasi, Australia tetap berhasil mencatat surplus perdagangan, dengan komoditas masih sebagai andalannya. Bertambahnya surplus ini cukup mengejutkan, karena sempat diperkirakan mengalami penurunan.
Surplus Australia meningkat berkat ekspor komoditas, terutama emas dan batu bara, yang melebihi impor. Surplus perdagangan mencapai A$1,71 miliar selama Januari dari $1,34 miliar di bulan sebelumnya, lebih baik dari prediksi A$1,2 miliar. Ekspor meningkat 2% menjadi A$27,7 miliar, tertinggi kedua dalam sejarah. Sedangkan impor naik 1%.
Menurut analis, aussie melesat setelah data perdagangan itu. Menurutnya, tidak lazim angka perdagangan dapat menggerakkan aussie, sepertinya peningkatan ekspor dianggap sebagai pertanda yang baik. Memang, kondisi ekonomi global saat ini, yang penuh ketidakpastian, membuat prospek ekspor banyak negara, seperti China, meredup. Tapi Australia mampu mencetak surplus di tengah ketidakpastian itu.
Faktor lain yang mengangkat aussie adalah penguatan saham regional menyusul data manufaktur dari China, Jerman dan AS. Sektor manufaktur AS, China dan Jerman ternyata kembali stabil, mendorong aksi risk appetite yang membawa semua instrumen berisiko rally. Aussie menjadi mata uang yang paling diburu, dengan mencatat kenaikan hampir 200 poin. Pada jam 11:00 WIB, aussie diperdagangkan di $1,0733, menguat dari level penutupan di New York dini hari tadi $1,0702. Terhadap yen, aussie menguat ke 81,72 yen dari 81,55.
Dari sisi teknikal, aussie memang masih dalam kondisi uptrend, terlihat dari Moving Average 14 hari dan 28 hari. Berdasarkan RSI (14), garis tepat berada di 71, yang mengindikasikan kondisi overbought. Sedangkan MACD (12,26,9) memperlihatkan aussie masih dalam area positif, yang memperkuat posisi uptrend. Tapi indikator itu sudah mencapai puncaknya, mengingikasikan penguatan lanjutan terbatas.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai
- Aussie koreksi jelang data, RBA



