Data output tekan Nikkei
Jakarta, Strategydesk - Nikkei terdampar lagi di zona negatif hari ini, dalam perdagangan yang sepi menuju penghujung tahun, menyusul data output industri yang buruk.
Output industri Jepang turun 2,6% selama Nopember, lebih besar dari proyeksi 0,8%, dan menyusul kenaikan 2,2% di Oktober, data pemerintah menunjukkan hari ini. Secara tahunan, produksi industrial jatuh 4,0%, lebih besar dari prediksi 2,0% dan menyusul kenaikan 0,1% di Oktober.
Saham Tokyo Electric Power (Tepco) anjlok setelah Menteri Perdagangan Jepang mengimbau perusahan utilitas itu dinasionalisasi saja. Tepco, yang harus membayar kompensasi dan biaya lainnya karena krisis nuklir Fukushima, anjlok 12% ke 186 yen, level terendah dalam enam bulan terakhir.
Indeks Nikkei ditutup melemah 0,2% di 8.423,62. Sedangkan indeks Topix turun 0,4% ke 721,45. Aktivitas perdagangan tetap rendah, dengan hanya 1 miliar saham ditransaksikan, meskii lebih tinggi dari kemarin yang 807,2 juta saham, terendah dalam tujuh tahun terakhir.
Sementara itu di Seoul, indeks Kospi juga tergelincir hari ini, karena para investor merealisasikan keuntungan menyusul pembayaran dividen terakhir tahun ini, meski kejatuhan berhasil diredam karena sepinya perdagangan dan data AS yang positif. Indeks Kospi ditutup melemah 0,92% di 1.825,12.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei
- Eropa, China pukul Hang Seng
- Nikkei melorot, sempat ke bawah 9.000
- Selama 5 sesi, Hang Seng jatuh
- Karena Yunani, Nikkei & Kospi jatuh lagi



