Data output tak angkat sterling
Jakarta, Strategydesk - Sterling melemah hari ini karena aksi ambil untung setelah mencatat rally tajam, dan terlihat rentan akan aksi jual lanjutan setelah data output gagal mengurangi kecemasan soal kinerja ekonomi Inggris.
Data output memperlihatkan gambaran yang beragam mengenai ekonomi. Output industry naik 0,2% selama Agustus, tapi output manufaktur turun 0,3%. Menurut analis, data itu mixed, tidak banyak perbedaaan antara output industry dan manufaktur. Tapi secara garis besar trennya masih penurunan produksi dan ini tidak membantu sterling.
Pada jam 17:00 WIB, sterling diperdagangkan di $1,5632, melemah dari level kemarin $1,5655. Pound sempat jatuh ke $1,5610 hari ini.
The cable rally sejak mencapai level terendah dalam 14 bulan terakhir karena berita BOE meluncurkan program Quantitative Easing (QE) sebesar 75 miliar pound. Tapi analis mengatakan data ekonomi yang kurang menggembirakan dan pernyataan oleh anggota Dewa BOE David Miles yang melihat perlunya program itu, bisa menambah tekanan ke sterling.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai
- Aussie koreksi jelang data, RBA



