Data Jepang angkat minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini menyusul reaksi pasar terhadap data ekonomi Jepang yang lebih baik dari prediksi, salah satunya produksi industri, yang menimbulkan ekspektasi positif akan permintaan di konsumen minyak terbesar ketiga dunia itu.
Output industri meningkat 4% selama Desember, di atas prediksi 2,8% dan kebangkitan setelah anjlok 2,8% di Nopember. Jepang menghabiskan 4,48 juta barel per hari selama 2011, menurut data International Energy Agency (IEA) terbesar di dunia setelah AS dan China.
Data lainnya menunjukkan pembelanjaan rumah tangga meningkat untuk pertama kalinya sejak gempa dan tsunami 11 Maret 2011. Kedua data itu menunjukkan secercah harapan dalam ekonomi Jepang yang hancur karena bencana yang menyebabkan 19.000 orang tewas dan hilang serta memicu krisis nuklir.
Pasar juga mencermati perkembangan terakhir di Eropa, terkait pertemuan Uni Eropa dan negosiasi utang Yunani. Semua negara Eropa kecuali Inggris dan Republik Ceko kemarin sepakat untuk menandatangani traktat baru yang dirancang untuk mengendalikan pembelanjaaan di zona euro dan mengentaskan krisis utang. Menyusul kesepakatan itu, Presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy mengimbau Yunani dan kreditor mencapai mufakat minggu ini.
Pada jam 14:16 WIB, minyak jenis Light Sweet naik 75 sen ke $99,53 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 60 sen jadi $111,35 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



