Data EIA tekan minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak melanjutkan penurunannya hari ini, hingga ke level terendah dalam enam minggu terakhir, karena data yang memperlihatkan cadangan minyak dan BBM AS melonjak.
Energy Information Administration (EIA) menunjukkan cadangan minyak bertambah 4,1 juta barel minggu lalu, lebih besar dari prediksi 2,6 juta barel. Sedangkan cadangan bensin meningkat 3 juta barel, padahal prediksinya hanya 500.000 barel. Cadangan distillate hanya turun 135.000 barel, lebih rendah dari prediksi 1,3 juta barel.
Minyak turun tajam meski di saat saham global rally berkat data manufaktur beberapa ekonomi besar. Aktivtas manufaktur China, Jerman dan AS terlihat masih stabil. Indeks ISM manufaktur naik ke 54,1 di Januari dari 53,1 di Desember. Pasar juga menyambut baik data ADP Employment Change, yang menunjukkan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebanyak 170.000 selama Januari.
Pada jam 17:21 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret turun 80 sen ke $96,81 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama melemah 4 sen jadi $111,52 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



