Data EIA, isu Timteng angkat minyak

Tanggal November 24, 2011 / 3:45 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak rebound hari ini, terangkat oleh data yang memperlihatkan penurunan cadangan di AS dan gejolak di Timur Tengah.

Energy Information Administration (EIA) semalam mengumumkan cadangan minyak anjlok 6,2 juta barel minggu lalu, dibandingkan prediksi naik 500.000 barel. Cadangan distillate berkurang 770.000 barel, lebih rendah dari prdiksi 1,25 juta barel. Tapi cadangan bensin bertambah 4,47 juta barel, di atas prediksi yang 1 juta barel. Bagaimanapun, data ini memperlihatkan penurunan cadangan minyak yang besar.

Di Timur Tengah, kekerasan terjadi lagi di Kairo, Mesir dan gejolak masih berlangsung di Suriah. Ditambah dengan sanksi atas Iran, yang dikhawatirkan dapat memanaskan situasi.  AS, Inggris dan Kanada kemarin mengumumkan sanksi baru terhadap sektor energi dan finansial Iran, yang bertujuan untuk menambah tekanan ke Iran agar menghentikan program nuklirnya.

Minyak juga naik berkat potensi tingginya permintaan di musim dingin, meski masih ada kecemasan mengenai perlambatan ekonomi global. Karena musim dingin, Desember adalah periode permintaan tertinggi.

Pada jam 15:31 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari naik 51 sen ke $96,68 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 53 sen jadi $107,55 per barel. Kenaikan harga ini terjadi meski pasar diliputi kecemasan soal krisis utang, menyusul hasil lelang obligasi Jerman yang mengecewakan.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account