Data EIA dongkrak minyak

Tanggal December 22, 2011 / 4:33 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak naik tajam, mendekati kembali $100 per barel, berkat data yang memperlihatkan cadangan minyak dan BBM AS mengalami penurunan besar.

Energy Information Administration (EIA) semalam melaporkan cadangan minyak anjlok 10 juta barel minggu lalu, jauh lebih besar dari prediksi 2,1 juta barel. Sedangkan cadangan bensin turun 412.000 barel, melawan prediksi naik 1,5 juta barel, dan stok distillates merosot 2,3 juta barel,  melampaui prediksi yang 750.000 barel.

Minyak juga naik karena kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dunia. Ketegangan antara Barat dan Iran, produsen terbesar keempat dunia, terus memanas. AS berencana menambah sanksi ke Iran atas program nuklirnya karena menuduh negara itu sedang mengembangkan senjata pemusnah massal.

Perang urat syaraf antara Iran dan Barat terus menjadi support bagi harga minyak selama beberapa pekan terakhir. Iran, yang mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, mengancam akan menutup Selat Hormutz, yang merupakan jalur distribusi 30% output minyak dunia, bila ekspor minyaknya diembargo.

Minyak juga naik menjelang serangkaian data ekonomi AS, yang diperkirakan akan menunjukkan perbaikan. Data AS terjadwal malam nanti antara lain initial jobless claim, indeks sentimen konsumen University of Michigan, dan leading indicators. Pada jam 16:16 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 39 sen ke $99,06 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 8 sen jadi $107,79 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account