Data China & Australia angkat Nikkei
Jakarta, Strategydesk - Indeks Nikkei berhasil rebound hari ini, mencatat kenaikan yang cukup signifikan, berkat koreksi yen, data manufaktur China dan PDB Australia.
Indeks PMI China dan PDB Australia menunjukan masih pesatnya pertumbuhan di Asia. Kedua data itu mengurangi kecemasan mengenai perlambatan ekonomi global.
Ditambah dengan koreksi yen. Selain karena membaiknya sentimen pasar, yen juga terkoreksi karena pernyataan politisi Ichiro Ozawa, penantang Perdana Menteri Naoto Kan dalam pemilihan ketua partai. Ozawa mengatakan akan mengambil langkah yang diperlukan, termasuk intervensi, untuk meredam laju yen bila terpilih menjadi Presiden Partai Demokrat (DPJ).
Sayangnya, ia juga mengatakan akan mencoba untuk memanfaatkan apresiasi yen. Karena itu, yen berhenti melemah, yang memangkas penguatan indeks. Indeks Nikkdi ditutup menguat 102,96 poin, atau 1,17%, di 8.927,02. Sedangkan indeks Topix naik 0,8% ke 811,40.
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi juga mencatat hasil positif, didorong oleh saham otomotif, seperti Kia Motor, yang menguat berkat data penjualan. Selain itu, saham ritel juga memberi dorongan. Indeks Kospi ditutup menguat 21,94 poin, atau 1,26%, di 1.764,69.
Kia Motor menguat setelah data menunjukan penjualannya selama agustus tumbuh 55% dari tahun lalu. Hyundai Motor menguat setelah penjualannya meningkat 17% di bulan yang sama.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Gara-gara Yunani, Hang Seng flat
- Nikkei Koreksi Karena Isu Yunani
- Profit taking, Yunani tekan Hang Seng
- Data payroll AS angkat Nikkei
- Antisipasi payroll, Hang Seng turut flat
- Jelang payroll, Nikkei & Kospi koreksi
- Hang Seng naik 2%, bank rally
- Nikkei, Kospi melaju berkat data manufaktur dunia
- Data PMI China Mixed, Hang Seng koreksi
- Nikkei stabil, meski earning buruk
- Hang Seng naik 1,1%
- Nikkei flat, naik 4% selama Januari
- Hang Seng terkoreksi 1,7%
- Penguatan yen pukul Nikkei
- Ekspor meningkat, Hang Seng menanjak



