Data buruk, yen justru menguat

Tanggal December 28, 2011 / 4:55 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Yen menguat terhadap dollar hari ini meski setelah serangkaian data buruk dari Jepang, dan pejabat pemerintah kembali menegaskan niatnya melemahkan mata uang bila diperlukan.

Output industri turun 2,6% selama bulan itu, lebih besar dari proyeksi 0,8%, dan menyusul kenaikan 2,2% di Oktober, data pemerintah menunjukkan hari ini. Secara tahunan, produksi industrial  jatuh 4,0%, lebih besar dari prediksi 2,0% dan menyusul kenaikan 0,1% di Oktober.

Pemerintah juga mengumumkan penjualan ritel ternyata turun 2,3% selama Nopember dari tahun lalu, mengindikasikan kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi mempengaruhi pembelanjaan konsumen.  Data lainnya memperlihatkan inflasi selama Nopember turun 0,5% dari tahun lalu. Sedangkan inflasi inti, di luar makanan dan energi, turun 1,1%. Hal ini mengindikasikan bahwa Jepang masih di jerat deflasi.

Pemerintah juga mengatakan tidak akan mengubah rencananya untuk mengambil langkah di pasar mata uang bila diperlukan. Pernyataan ini datang setelah AS mengkritik Jepang, dalam laporan Departemen Keuangan, karena mengintervensi apresiasi yen terhadap dollar.

Yen juga menguat setelah yield Italia naik menjelang lelang obligasinya bernilai 11,5 miliar euro. Italia berencana menjual 9 miliar euro bill 179 hari dan 2,5 miliar euro obligasi tenor 2 tahun. Pada jam 16:30 WIB, yen diperdagangkan di 77,68 per dollar, menguat dari level penutupan New York dini hari tadi 77,86.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account