Data AS picu risk aversion
Jakarta, Strategydesk - Dollar, yen dan franc menguat terhadap mata uang berisiko menyusul data ekonomi AS yang buruk memicu risk aversion.
Safa haven menguat setelah data initial jobless claims dan Philadelphia Fed yang ternyata bertolak belakang dengan prediksi. Klaim pengangguran di luar dugaan bertambah menjadi 500.000 minggu lalu dari 488.000 minggu sebelumnya. Prediksi pasar adalah turun ke 478.000.
Sedangkan Phily Fed, yang mengukur aktivitas manufaktur di kawasan Philadelphia, turun ke -7,7 bulan ini, terendah sejak Juli 2009, dari 5,1 bulan lalu. Prediksi pasar adalah naik ke 7,0. Angka di atas nol mengindikasikan pertumbuhan, di bawah itu menunjukan kontraksi.
Kedua data itu menegaskan perlambatan ekonomi AS. Data ini meningkatkan kecemasan ekonomi AS akan melalui pertumbuhan yang anemik di kuartal berjalan. Hal ini diperkuat oleh data leading indicator yang hanya naik 0,1%.
Seperti biasa, risk aversion menekan mata uang berisiko. Namun, sterling mampu bertahan berkat data penjualan ritel yang lebih baik dari prediksi.
Dalam perdagangan di Asia hari ini, euro, sterling dan aussie masih stabil. Sedangkan dollar berhasil menguat terhadap yen. Greenback berusaha menjauhi level terendahnya dalam 15 tahun terakhir yang dicapainya minggu lalu. Namun, dollar masih kesulitan untuk menembus kembali 86 yen.
Di sisi lain, masih ada faktor yang menahan kejatuhan dollar, yaitu spekulasi mengenai intervensi pemerintah Jepang dan stimulus moneter dari BOJ. Kemarin datang isu BOJ akan menambah dan memperpanjang program likuiditasnya sebagai alat untuk melemahkan yen. Namun, bila kemungkinan ini berkurang, dollar bisa tertimpa aksi jual lagi.
Minimnya even hari ini membuat pasar kehilangan katalis. Alhasil, pasar akan bergerak sideways. Euro dan sterling sedang dalam fase konsolidasi, di mana kenaikan maupun kejatuhan sepertinya terbatas. Tanpa didukung faktor fundamental yang solid, sulit bagi mata uang berisiko untuk menguat signifikan.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (07 Februari 2012)
- Euro stabil, aussie rapuh jelang RBA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (06 Februari 2012)
- Euro rentan seiring tenggat waktu Yunani
- Rekomendasi Trading FOrex Sesi Eropa, AS (03 Februari 2012)
- Pasar konsolidasi jelang payroll
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (02 Februari 2012)
- Risk appetite, dollar tergelincir
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (01 Februari 2012)
- Ketidakpastian nego Yunani tekan euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (31 Januari 2012)
- Investor resah, yen berjaya
- Rekomendasi Forex Sesi Eropa, AS (30 Januari 2012)
- Euro terkoreksi jelang pertemuan UE, deal Yunani
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (27 Januari 2012)



