Data AS hantam dollar
Jakarta, Strategydesk - Dollar melemah terhadap rivalnya menyusul data AS yang memperkuat bukti perlambatan ekonomi terbesar dunia itu. Di sisi lain, data Eropa justru memperlihatkan perbaikan kondisi.
Pemerintah AS semalam melaporkan durable goods orders hanya naik 0,3% di Juli, lebih rendah dari prediksi 3,0%. Selain itu, new home sales ternyata anjlok 12,4% di bulan yang sama.
Data tersebut menunjukan bahwa ekonomi AS melambat dan meningkatkan kemungkinan data PDB akan mengalami revisi turun. Data ini akan diumumkan besok malam.
Sejak krisis finansial dimulai, dollar dianggap sebagai safe haven. Greenback menguat ketika ada berita ekonomi buruk, namun melemah ketika ada berita baik. Status dollar sebagai safe haven semakin berkibar ketika terjadi krisis fiskal Eropa.
Namun perannya itu mulai pudar ketika datang indikasi perlambatan ekonomi AS. Di saat yang sama, kondisi di Eropa membaik. Pasar masih memilih dollar bila datang berita buruk dari Eropa, meski di AS juga tidak lebih baik.
Dalam perdagangan kemarin, data ekonomi AS yang buruk itu membuat pasar beralih ke mata uang berisiko seperti euro dan sterling. Euro sempat menguat berkat data sentimen bisnis Jerman yang naik ke level tertinggi dalam 3 tahun terakhir.
Faktor lain yang membuat euro menguat adalah kejatuhannya yang sudah tajam, pasar menantikan alasan untuk mengangkatnya kembali. Data sentimen itu, ditambah dengan data AS yang buruk, menjadi alasan tersebut.
Dalam perdagangan di Asia, euro berjuang menembus kembali $1,27 dan sterling berupaya ke $1,55.
Data terjadwal hari ini adalah sentimen konsumen Jerman hasil survei GfK. Indeks itu diperkirakan naik ke 4,0 dari 3,9. Kinerja ekonomi Jerman yang mengesankan, di mana ekonomi mencatat pertumbuhan terpesatnya dalam dua dekade terakhir, sepertinya menjadi faktor yang mengangkat sentimen. Data yang lebih baik dari prediksi tentunya akan mengangkat euro.
Data lainnya adalah initial jobless claims, yang diperkirakan akan menunjukan klaim pengangguran berkurang sebanyak 15.000 minggu lalu menjadi 485.000. Penurunan klaim bisa mengurangi kecemasan mengenai kondisi lapangan kerja AS.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (07 Februari 2012)
- Euro stabil, aussie rapuh jelang RBA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (06 Februari 2012)
- Euro rentan seiring tenggat waktu Yunani
- Rekomendasi Trading FOrex Sesi Eropa, AS (03 Februari 2012)
- Pasar konsolidasi jelang payroll
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (02 Februari 2012)
- Risk appetite, dollar tergelincir
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (01 Februari 2012)
- Ketidakpastian nego Yunani tekan euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (31 Januari 2012)
- Investor resah, yen berjaya
- Rekomendasi Forex Sesi Eropa, AS (30 Januari 2012)
- Euro terkoreksi jelang pertemuan UE, deal Yunani
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (27 Januari 2012)



