Data AS giring koreksi bursa Asia

Tanggal January 27, 2012 / 8:11 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk
Nikkei
       I
ndeks Nikkei terkoreksi kemarin menyusul jatuhnya saham eksportir karena apresiasi yen, dan investor melakukan aksi ambil untung. Yen menguat terhadap dollar setelah the Fed mengumumkan perbelakukan suku bunga rendah hingga 2014 dan membuka peluang stimulus tambahan. Penguatan yen membuat produk Jepang menjadi lebih mahal dan menggerus pendapatan eksportir. Indeks Nikkei ditutup turun 34,22 poin, atau 0,39% di 8.849,47.
      Indeks Nikkei akhir pekan ini kemungkinan terjebak dalam range yang terbatas. Ditengah membaiknya sentimen dari AS, menyusul serangkaian laporan keuangan yang mengesankan, tapi tidak diimbangi kinerja keuangan perusahaan di Jepang. Penguatan yang ditorehkan belakangan ini tidak lepas dari aksi beli investor asing. Aksi profit taking membayangi indeks kali ini.

Rekomendasi


Kospi
      I
ndeks  Kospi berhasil mencatat hasil positif, dengan kinvestor asing masih terus memburu saham menyusul rencana the Fed memberlakukan bunga rendah sampai 2014. Tapi penguatan terhambat oleh data PDB Korsel yang meningkatkan kecemasan mengenai laba perusahaan. Indeks Kospi ditutup naik tipis 4,95 poin, atau 0,25% di 1.957,18.
      Indeks Kospi cenderung bergerak melemah menyusul kejatuhan yang dialami bursa saham di AS semalam. Selain itu, sikap investor yang coba merilis keuntungan yang didapatkannya pasca penguatan indeks belakangan ini. Ditambah lagi sikap kehati-hatian investor sambil mencari faktor global yang menggerakkan pasar, ditambah jelang pertemuan Uni eropa pekan depan.        

Rekomendasi


Hang Seng
      I
ndeks Hang Seng mengawali tahun naga air dengan hasil mengesankan kemarin, terangkat oleh hasil rapat reguler the Fed yang menyebutkan suku bunga rendah bisa diberlakukan sampai 2014. dalam perdagangan pertamanya setelah libur Imlek selama lima hari. Penguatan ini didukung oleh rally saham keuangan dan komoditas. Indeks Hang Seng ditutup menguat 328,77, atau 1,63% ke posisi 20.439,14.
      Indeks Hang Seng dalam perdagangan kali ini berpotensi menguat kendati relatif terbatas. Buruknya data AS termasuk Jobless Claims dan Home Sales menggiring bursa saham di AS ditutup di zona merah dan juga mengakhiri rallynya. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada indeks Hang Seng yang terancam adanya aksi ambil untung.     

Rekomendasi


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account