Data AS, China pukul minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak turun tajam hari ini menyusul data dari AS dan China yang menunjukkan perlambatan ekonomi, menimbulkan kekhawatiran akan merosotnya permintaan dari dua pengguna minyak terbesar dunia.
Data menunjukkan ekonomi AS selama kuartal ketiga tumbuh lebih lambat dari perhitungan sebelumnya dan aktivitas manufaktur China mencapai titik terendah dalam 32 bulan terakhir. Kedua data itu menekan harga minyak yang sempat mendapat dorongan dari sanksi atas Iran.
Ekonomi AS selama kuartal ketiga ternyata hanya tumbuh 2,0%, lebih rendah dari laporan awal yang 2,5%. Revisi ini terjadi karena perusahaan mengurangi stok dan kurang berinvestasi. Namun angka itu tetap terpesat sejak kuartal keempat 2010 dan para ekonom optimis ekonomi akan tumbuh lebih pesat di kuartal terakhir tahun ini.
Sedangkan indeks PMI manufaktur versi HSBC, indikator terawal aktivitas industri China, jatuh ke 48 pada nopember, terendah sejak Maret 2009, dari 51,1 di Oktober. Indeks PMI manufaktur versi HSBC, indikator terawal aktivitas industri China, jatuh ke 48 pada nopember, terendah sejak Maret 2009.
Data ini menjadi pertanda mesin pertumbuhan dunia tidak kebal terhadap gejolak ekonomi global, dan bisa semakin meresahkan pasar keuangan yang sudah gelisah dengan krisis utang Eropa. Indeks ini mengindikasikan sektor manufaktur China kembali mengalami kontraksi setelah sempat tumbuh bulan sebelumnya.
Pada jam 13:26 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari anjlok $1,43 ke $96,58 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama merosot 82 sen jadi $108,21 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



