Data API, dollar tekan minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak jatuh hari ini karena penguatan dollar dan data yang menunjukan kenaikan cadangan minyak dan BBM AS. Selain itu, lesunya bursa regional semakin mengurangi minat terhadap aset berisiko.
Dollar menguat terhadap rivalnya kecuali yen, di tengah minimnya katalis yang dapat dijadikan alasan untuk membeli mata uang berisiko. Penguatan dollar membuat harga komoditas yang berdenominasi mata uang itu menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Di saat yang sama, bursa saham Asia masih bergerak fluktuatif dan hany mencatat kenaikan terbatas di tengah minimnya katalis.
Minyak juga tertekan karena data American Petroleum Institute (API) yang menunjukan cadangan minyak bertambah 5,9 juta barel minggu lalu. Sedangkan cadangan bensin meningkat 2 juta barel dan distillate, yang mencakup heating oil dan solar, naik 2,1 juta barel. Semua itu mengindikasikan bahwa permintaan energi masih lesu.
Pada jam 18:40 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September turun 77 sen menjadi $75.00 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX.
Pasar kini menantikan data cadangan minyak dan BBM versi Energy Information Administration (EIA). Minyak akan semakin tertekan bila data itu menunjukan kenaikan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Keputusan the Fed dorong minyak
- Minyak sideway, di bawah $100
- Faktor Timteng Angkat Minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Minyak turun ke bawah $100
- Rencana IMF, data AS dorong minyak
- Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
- Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak



