Data API, dollar tekan minyak

Tanggal August 18, 2010 / 6:57 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak jatuh hari ini karena penguatan dollar dan data yang menunjukan kenaikan cadangan minyak dan BBM AS. Selain itu, lesunya bursa regional semakin mengurangi minat terhadap aset berisiko.

Dollar menguat terhadap rivalnya kecuali yen, di tengah minimnya katalis yang dapat dijadikan alasan untuk membeli mata uang berisiko. Penguatan dollar membuat harga komoditas yang berdenominasi mata uang itu menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Di saat yang sama, bursa saham Asia masih bergerak fluktuatif dan hany mencatat kenaikan terbatas di tengah minimnya katalis.

Minyak juga tertekan karena data American Petroleum Institute (API) yang menunjukan cadangan minyak bertambah 5,9 juta barel minggu lalu. Sedangkan cadangan bensin meningkat 2 juta barel dan distillate, yang mencakup heating oil dan solar, naik 2,1 juta barel. Semua itu mengindikasikan bahwa permintaan energi masih lesu.

Pada jam 18:40 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September turun 77 sen menjadi $75.00 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX.

Pasar kini menantikan data cadangan minyak dan BBM versi Energy Information Administration (EIA). Minyak akan semakin tertekan bila data itu menunjukan kenaikan.


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account