China tetap investasi di Eropa
Jakarta, Strategydesk - Pemimpin bank sentral China terus memberikan dukunugan verbal ke Eropa, dengab mengatakan pihaknya siap menambah pada aset Eropa.
China akan terus berinvestasi pada surat utang pemerintah zona euro, kata pemimpin bank sentralnya hari ini, sembari menyatakan optimisme pada euro dan kemampuan anggotanya dalam mengatasi krisis utang.
Gubernur PBOC Zhou Xiaochuan mengatakan China akan memainkan peran lebih besar dalam mengentaskan masalah Eropa melalui IMF dan European Financial Stability Fund (EFSF). Pernyataan itu menyusul perkataan senada dari Perdana Menteri Wen Jiabao.
“Kami sangat yakin negara Eropa bisa bekerjasama mengatasi tantangan. Mereka mampu menyelesaikan krisis utang,” kata Zhou dalam pidato di University of International Business and Economics di Beijing.
“China terus berinvestasi pada aset euro dan akan terus menambah kepemilikannya,” kata Zhou. Zhou menegaskan pernyataan Wen bahwa China akan meningkatkan keterlibatannya pada EFSF. Tapi ia berharap zona euro dan Uni Eropa dapat menawarkan produk investasi yang lebih menarik.
Jaminan verbal itu datang di saat Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy dan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso berkunjung ke Beijing untuk menghadiri Pertemuan China- Uni Eropa.
China adalah pembeli reguler obligasi yang diterbitkan oleh EFSF dan pemerintah di zona euro, tapi jumlahnya masih tidak diketahui pasti. Menurut Zhou, China membeli aset Eropa melalui berbagai cara, di antaranya cadangan devisa atau sovereign wealth fund-nya, China Investment Corp.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



