China lirik mata uang Asia

Tanggal August 20, 2010 / 2:03 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Sebagai bagian upaya mengurangi ketergantungannya terhadap dollar, China mulai melirik mata uang Asia, baik untuk sarana investasi maupun perdagangan. 

Data menunjukan China menambah pembelian obligasi pemerintah Jepang, dan bukti bermunculan China juga membeli lebih banyak surat utang Korsel. Kemarin, China memasukan ringgit Malaysia dalam daftar mata uang yang diperdagangkan langsung terhadap yuan.

Para analis mengatakan pergeseran ke mata uang Asia, meski jumlahnya kecil, pengaruhnya tetaplah signifikan. Dengan cadangan devisa China yang mencapai $2,5 triliun, pembelian jumlah kecil bisa berpengaruh besar ke mata uang seperti ringgit.

Langkah seperti ini tentunya akan berpengaruh negatif ke dollar, yang selama ini menjadi porsi terbesar cadangan devisa China. Selain surat utang AS, China juga membeli sekuritas berdenominasi euro, sterling dan yen. Pembelian obligasi Korsel dan perdagangan yuan-ringgit merupakan bukti China semakin terlibat dengan emerging markets.

China, pemegang sekuritas AS terbesar di dunia, sejak lama mengatakan berencana untuk melakukan diversifikasi cadangan devisa. Namun, selain lambat, China tidak begitu transparan mengenai data komposisi cadangan devisanya.

Selain untuk diversifikasi, para analis melihat China mengambil langkah ini untuk mendapatkan yield lebih tinggi yang disediakan oleh emerging markets.

State Administration of Foreign Exchange, atau Safe, lembaga di bawah naungan Bank Sentral China (PBOC) yang mengelola cadangan devisa, kemarin mengumumkan telah menambah $81,1 miliar cadangan devisa baru selama kuartal kedua.

Selain ringgit,  China juga berencana menambah mata uang asing yang diperdagangkan langsung dengan yuan. Selam ini hanya dollar AS, euro, sterling, dan dollar Hong Kong yang di-pair dengan yuan. 

Menurut data Departemen Keuangan AS, jumlah Treasury yang dipegang China turun sebesar $24 miliar menjadi $843,7 miliat pada Juni, menyusul penurunan sebesar $32,5 miliar di bulan sebelumnya.

Data otoritas keuangan Korsel menunjukan jumlah surat utang Korsel yang dimiliki China sampai akhir Juli mencapai 4,35 triliun won, atau naik dua kali lipat tahun ini. Data dari Kementerian Keuangan Jepang menunjukan China melakukan pembelian bersih (net buy) obligasi pemerintah Jepang sebesar 1,73 triliun yen selama semester pertama tahun ini.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account