China, krisis Eropa tekan minyak

Tanggal December 19, 2011 / 11:46 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak tergelincir ke level terendah dalam 2,5 bulan terakhir hari ini karena meningkatnya kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi China.

Pasar semakin skeptis para pemimpin Eropa bisa mengatasi krisis utang. Para menteri keuangan zona euro akan mengadakan konferensi telepon hari ini untuk mengumpulkan dana talangan dan menggodok aturan fiskal baru. Ada kekhawatiran permintaan akan merosot bisa Eropa gagal mengatasi krisis. 27 negara Uni Eropa mengkonsumsi 16% output minyak dunia.

Ancaman perlambatan ekonomi China meningkat dalam beberapa bulan ke depan di tengah merosotnya kondisi eksternal, Conference Board memperingkatkan saat mengumumkan indikator utama negara itu. Lembaga itu mengatakan leading indicator China turun 0,1% ke 160,1 di Oktober, setelah naik 0,4% di September. “Kemungkinan perlambatan substantifdi China sejauh ini meningkat di tengah memburuknya kondisi eksternal dan pengetatan sektor properti domestic,” kata CB.

Tapi para analis tetap melihat pasar fisik minyak tetap ketat karena masalah pasokan di Libya, Suriah dan Yemen. Selain itu, faktor geopolitik terkait program nuklir Iran masih menjadi support. Pada jam 11:30 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari turun 61 sen ke $92,92 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman Februari juga merosot 61 sen jadi $102,74 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account