China akui sulit redam inflasi ke bawah 4%
Jakarta, Strategydesk - Perdana Menteri China Wen Jiabao mengakui sulit untuk membawa tingkat inflasi ke bawah 4%, tapi mengatakan bisa menjaga inflasi tahunan di bawah 5%.
Pernyataan itu merupakan penegasan proyeksi kenaikan harga akan melambat di semester kedua dari level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. “Saya melihat sulit untuk mencapai inflasi di target 4%, tapi bisa di jaga tetap di bawah 5% setelah upaya yang dilakukan,” katanya dalam even komunitas China di London, yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV Hong Kong.
Wen juga mengatakan kondisi ekonomi China masih terbaik di dunia dengan pertumbuhan sekitar 8-9% dan inflasi di bawah 5%. Pernyataan Wen ini berbeda dengan Jumat lalu ketika ia mengatakan inflasi terkendali tahun ini dan terus melambat. Namun, semua pernyataan itu tidak mengubah pandangan pasar soal kebijakan moneter Beijing.
Banyak ekonom yang memang sudah memperkirakan inflasi China akan melebihi target 4% tahun ini karena sejak Januari terus di atas itu, dan kemungkinan bisa menembus 6% pada Juni atau Juli. Mereka juga memprediksikan China tetap menjalankan siklus pengetatannya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan



