Buy on weakness jika IHSG di 3.690-3.725

Tanggal December 06, 2011 / 9:09 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial kembali gagal untuk menembus kisaran resisten 12100-12200 setelah S&P mengancam akan menurunkan peringkat hutang dari Jerman, Prancis, dan beberapa negara-negara Eropa lainnya. Dalam krisis seperti ini dimana peringkat hutang dari Amerika dari S&P juga sudah bukan rating tertinggi (AAA), penurunan peringkat hutang sebenarnya bukanlah sesuatu yang sangat besar. Meskipun demikian, karena bursa global dan juga bursa Asia mensikapinya dengan negatif, maka kita juga harus bersiap kalau IHSG juga berada dalam teritori negatif.
Melihat posisi terakhirnya, IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 3762-3791. IHSG saat ini sedang berada dalam trend naik, untuk trend jangka panjang, menengah, dan pendek.  Jika suport 3762 ditembus, trend naik jangka pendek akan berakhir. Meskipun demikian, dengan adanya trend naik jangka menengah dan panjang, posisi Buy On Weakness tetap menarik untuk dilakukan, terutama ketika IHSG berada di kisaran 3690-3725. 

Outlook Global
B
ursa saham AS mencatat penguatan semalam setelah investor menyambut baik atas kesepakatan mengenai pengawasan fiskal Eropa yang lebih ketat.
Kesepakatan ini didapat setelah pertemuan bilateral Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel di tengah tekanan untuk menyamakan pandangan mengenai sentralisasi pengendalian anggaran di zona euro.
Tapi penguatan yang ditorehkan bursa saham AS di perdagangan Asia kali ini tidak banyak memberi pengaruh, pergerakan cenderung negatif setelah investor mengkhawatirkan atas peringatan Standard & Poor bahwa peringkat utang 15 negara di Eropa terancam dipangkas, bahkan Perancis dan Jerman juga tidak luput dari pemangkasan ini. Sementara itu, sikap investor kini masih menunggu jelang KTT Eropa pada Kamis dan Jumat.
Selain terfokus pada KTT Eropa di Brussel, investor juga akan menyikapi serangkian rapat regular bank sentral utama, termasuk hari ini, Bank Sentral Australia (RBA), dimana prediksi akan ada pemangkasan 25 basis poin dari 4,50% menjadi 4,25%. Selain RBA, lusanya Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan bertahan 0,50%. Sedangkan Bank Sentral Eropa (ECB), merebak spekulasi bahwa rapat regulat bulan Desember akan ada pemangkasan 25 basis poin menjadi 1,00%.


Review IHSG
P
erdagangan saham di awal minggu ini kembali berjalan lesu. Di tengah sepinya transaksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mampu menguat tipis.
Krisis utang Eropa masih menjadi fokus pasar, krisis tersebut masih membayangi kekhawatir investor.
Pasar masih akan terus mencermati masalah krisis utang tersebut, dimana moment penting akan terjadi di minggu ini, yaitu pertemuan antara presiden Perancis dan Kanselir Jerman guna mencari solusi tepat dalam menangani masalah krisis utang.
Enam dari sepuluh sektor yang diperdagangkan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mengerek IHSG ke zona hijau. Adapun sektor-sektor yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain: sektor perdagangan naik 0,98%, sektor industri dasar naik 0,84%, dan sektor aneka industri 0,49%
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (5/12/201), IHSG naik tipis 0,957 poin (0,02%) ke level 3.780,793. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,115 poin (0,01%) ke level 669,616.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Astra Internasional (ASII), Central Omega (DKFT), Century Textille (CNTX), dan Sumber Alfaria (AMRT).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Indomobil (IMAS), Indo Tambangraya (ITMG), dan Bayan (BYAN).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
asih membentuk pola doji, sebagai indikasi bahwa buyer dan seller masih seimbang. Namun begitu, secara trend IHSG masih mampu bertahan di atas level support-nya di 3.750. Kami masih melihat adanya potensi kenaikan bagi IHSG untuk kembali meraih resistance di area 3.830 – 3.875. Sedangkan jika support di 3.750 ditembus, koreksi IHSG bisa berlanjut menuju area 3.715. Untuk hari ini, IHSG masih kami perkirakan akan bergerak di kisaran 3.750 – 3.830.

R3    3,823
R2    3,807
R1    3,794
   
Pivot    3,778
   
S1    3,765
S2    3,749
S3    3,736

Stock Pick
BNLI

M
asih dalam trend bearish, namun beberapa indikator sudah menunjukkan potensi rebound. Hal ini ditunjukkan dengan stochastic yang sudah oversold dan berpeluang golden cross, sementara RSI mulai bergerak ke area positif. Selain itu, harga sudah berada di atas garis support di 1.400, namun tertahan di resistance 1.470. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan menuju area 1.520 – 1.560.
Rekomendasi     : Buy break 1.470, stop loss 1.430, taregt 1.520 – 1.560
Support                : 1.430, 1.400
Resistance          : 1.470, 1.520

INTP

M
oving average sudah menunjukkan uptrend, kondisi ini didukung pula oleh indikator stochastic yang golden cross, serta RSI yang masih positif. Kami melihat bahwa saat ini INTP sedang menguji resistance di 15.700. Penembusan resistance tersebut akan memberi konfirmas bullish continuation untuk meraih area 16.000 – 17.500.
Rekomendasi    : Hold, and buy break 15.700, stop loss 15.000, target 17.000
Support               : 15.000, 14.400
Resistance         : 15.700, 16.500

Rekomendasi
Stock Stoceener

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account