IHSG terjerembab masalah Eropa
Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial kembali terkoreksi 1,34% dan ditutup diatas level psikologis 12000. Koreksi yang terjadi terkait ancaman dari Moody untuk menurunkan peringkat dari surat hutang negara-negara EURO, disamping juga kekhawatiran bahwa apa yang dilakukan oleh para pemimpin Eropa, tidak cukup kuat untuk menanggulangi krisis yang tengah terjadi.
IHSG hari ini diperkirakan akan cenderung berada pada teritori negatif dengan kisaran di 3765-3803. Kisaran sekunder ada di kisaran 3725-3811.
Dengan trend jangka menengah yang masih berada dalam trend naik, posisi Buy On Weakness tetap menarik untuk dilakukan. Masalahnya, dengan trend jangka pendek yang masih belum jelas, positioning sebaiknya tetap dilakukan dengan berhati-hati. Suport kuat ada di 3725-3750 dan 3690-3715.
Global Outlook
Setelah sempat diawal perdagangan Asia kemarin mengalalami penguatan, tapi di tengah sentimen tetap rentan setelah kesepakatan oleh para pemimpin Eropa akhir pekan lalu untuk membentuk kebijakan fiskal terintegrasi belum mampu menghapus kekhawatiran soal krisis utang.
Para pemimpin Eropa memang menghasilkan kesepakatan untuk menerapkan disiplin fiskal yang lebih ketat di zona euro, tapi mereka belum sampai ke perubahan traktat Uni Eropa. Mereka sepakat untuk menambah dana siaga ke IMF sebesar 200 miliar euro yang dapat diberikan ke negara dengan masalah utang. Tapi mereka menunda keputusan soal menambah kapasitas dana talangan Eropa (EFSF).
Belum adanya perubahan traktat dan penambahan dana talangan mengindikasikan ketidakpastian masih menyelimuti prospek Eropa. Ditambah lagi dengan ketidakpastian peran ECB dalam mengatasi krisis. Sejauh ini, bank sentral itu masih menolak gagasan pembelian obligasi secara agresif, atau Quantitative Easing (QE).
Kondisi Eropa yang masih labil inilah membuat investor kembali melakukan aksi jual di tengah sejumlah lembaga pemeringkat menilai petinggi Eropa tidak cukup mengambil kebijakan untuk mengatasi krisis utang. Sementara itu, saham-saham teknologi di bursa Asia kemungkinan mendapat tekanan, setelah saham Intel Corp memangkas proyeksi laba kuartal keempatnya, menyusul berkurangnya supply hard disk drive.
Sembari mewaspadai perkembangan dari Eropa, pasar minggu ini akan mencermati serangkaian even dari AS, yang antara lain data penjualan ritel dan inflasi, serta keputusan the Fed. Pasar ingin mengetahui bagaimana pandangan the Fed soal kondisi ekonomi terkini. Pasar juga memperkirakan minggu yang sulit bagi sterling menyusul keputusan Inggris menolak perubahan traktat.
Review IHSG
Aksi perburuan saham-saham unggulan mewarnai perdagangan di awal minggu ini. IHSG naik 32,540 poin (0,87%) ke posisi 3.792.149 pada perdagangan kemarin.
Penguatan IHSG ini tidak terlepas dari pengaruh pernguatan bursa Wall Street di akhir minggu lalu, setelah merespon positif hasil KTT Uni Eropa.
Reli sembilan sektor berhasil mengangkat IHSG ke zona hijau, meski belum berhasil ditutup di area 3.800. Kenaikan IHSG kali ini dipimpin oleh sektor konstruksi, yang naik sebesar 2,69%. Disusul, sektor aneka industri yang naik 2,17%, dan sektor infrastruktur yang reli 1,35%. Sedangkan, sektor perdagangan menjadi satu-satunya sektor yang masih belum keluar dari zona merah. Sektor tersebut melemah tipis sebesar 0,07%.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (12/12/2011), IHSG menguat 32,540 poin (0,87%) ke level 3.792,149. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,724 poin (1,01%) ke level 670,181.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Astra Internasional (ASII), Waran Central Omega (DKFT-W), Century Textille (CNTX), dan Mayora (MYOR).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Sumi Indo (IKBI), Chandra Asri (TPIA), Fajar Surya (FAZW), dan BFI Finance (BFIN).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Masih berada dalam trend bullish, pergerakan IHSG sepertinya masih flat di kisaran support 3.750 dan resistance 3.811. Kedua level tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Penembusan support 3.750 akan memberikan potensi koreksi lanjutan menuju area 3.715. Sementara jika resistance yang ditembus, IHSG memiliki potensi kenaikan menuju area 3.830 – 3.875. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.750 – 3.830.
R3 3,853
R2 3,828
R1 3,810
Pivot 3,786
S1 3,768
S2 3,743
S3 3,725
Stock Pick
ADMF
Moving average yang mulai uptrend, serta indikator stochastic yang golden cross di area oversold, bisa menjadi sinyal rebound bagi ADMF. Selain itu, ADMF juga mampu mempertahankan support-nya di 10.700. Kami melihat adanya potensi penguatan bagi ADMF untuk meraih resistance di 11.600 hingga gap yang ditinggalkannya di area 11.800.
Rekomendasi : Buy, stop loss break out 10.700, target 11.800
Support : 11.000, 10.700
Resistance : 10.600, 11.800
MYOR
Indikator stochastic yang golden cross, serta RSI yang bergerak uptrend, bisa menjadi indikasi rebound bagi MYOR. Namun begitu, saat ini harga masih tertahan di resistance MA serta FR 50% di 13.600. Penembusan resistance tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan menuju area 14.500.
Rekomendasi : Buy break 13.600, stop loss 13.000, target 14.500
Support : 13.100, 1.2700
Resistance : 13.600, 14.500
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



