Bursa Asia tergerus data AS

Tanggal August 20, 2010 / 7:57 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Akhir pekan ini bursa Asia tergerus karena kejatuhan Wall Street menyusul buruknya data tunjangan klaim pengangguran dan aktivitas bisnis manufaktur di kawasan Philadelphia. Kondisi ini menambah cemas pasar akan pemulihan ekonomi global di tengah harapan akan langkah kebijakan moneter Jepang untuk memperpanjang program likuiditasnya dalam rangka menekan suku bunga pasar dan melemahkan yen.
Pasar kini terfokus pada Jepang, dimana pemerintah Jepang sedang menghadapi tekanan dari penguatan yen terhadap dolar yang mengancam eksportir dan memperburuk deflasi. Menteri Keuangan Yoshihiko Noda mengatakan akan terus memantau pasar keuangan secara terperinci. Yoshihiko juga mengatakan pergerakkan mata uang yen yang tajam dapat melukai pasar dan berjanji akan bekerja dengan Ketua BOJ Masaaki Shirakawa. Shirakawa sendiri dijadwalkan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Naoto Kan Senin depan untuk membahas masalah yen.  
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei mencatat hasil mengesankan kemarin dengan menguat signifikan berkat short covering dan bargain hunting oleh investor lokal. Selain memanfaatkan kejatuhan tajam di sesi sebelumnya, aksi tersebut juga dipicu oleh pemberitaan bahwa BOJ berencana untuk menambah dan memperpanjang program likuiditasnya. Menurut surat kabar  Sankei, BOJ akan menambah fasilitas kredit bank menjadi 30 triliun yen dari 20 triliun yen. Indeks Nikkei .N225 ditutup menguat 122,14 poin, atau 1,32%, di 9.362,68.
Kejatuhan yang dialami indeks Nikkei diawal perdagangan karena merosotnya Wall Street akibat buruknya data AS, kemungkinan akan terbatas. Namun, penurunan indeks kemungkinan terbatas, menyusul harapan pasar akan kebijakan moneter pemerintah Jepang.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi juga mencatat hasil positif kemarin. Indeks Kospi bertahan di atas level support kunci berkat aksi bargain hunting terhadap saham yang dianggap sudah mencapai titik oversold seperti Hyundai Motor dan Hynix Semiconductor. Indeks Kospi .KS11 ditutup menguat 17,65 poin, atau 1,0%, di 1.779,64.
Aksi ambil untung kini menghinggapi bursa Korsel, pasca kenaikan dalam tiga sesi sebelumnya. Bersamaan dengan itu, sentimen negative juga dating dari Wall Street j karena kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi AS pasca dirilisnya data tunjangan klaim pengangguran dan aktivitas bisnis manufaktur kawasan Philadelphia yang dibawah ekspektasi.
Hang Seng Futures Kontrak Agustus (HSIQ0)
Indeks Hang Seng berlabuh di zona positif kemarin, namun penguatannya terpangkas oleh kejatuhan saham China Mobile menyusul proyeksinya yang mengecewakan. China Mobile anjlok 3%, menghapus sebagian besar penguatan indeks Hang Seng, setelah mengatakan persaingan bisnis di China semain sengit.  Indeks Hang Seng .HSI ditutup menguat 49,73 poin, atau 0,24%, di 21.072,46.
Merosotnya kinerja bursa regional diperkirakan akan berimbas pada perdagangan Hang Seng hari ini. Kembali merebaknya sentimen negatif pasca data AS yang mengecewakan. Disamping itu, spekulasi pengetatan kebijakan moneter China masih hambat indeks, khususnya di sektor property dapat menghambat laju indeks.

Rekomendasi
NIKKEI


KOSPI


HANG SENG

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account