Bursa Asia makin terpukul
Jakarta, Strategydesk - Bursa saham Asia dipertengahan perdagangan kali ini mengalami kejatuhan tajam, dimana masalah krisis utang Eropa. Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global membuat saham di sektor ekspor dan komoditas melemah, kedua faktor itulah yang membawah bursa saham Australia ke level terendahnya dalam 3 pekan terakhir.
Meningkatnya kecemasan Eropa tidak akan mampu mengatasi krisis utangnya, setelah Fitch Ratings menempatkan Perancis dalam outlook negatif dan mengatakan enam negara Eropa lainnya akan terkena downgrade. Hal ini mengindikasikan ada kemungkinan setidaknya 50% negara itu bisa kehilangan rating AAA-nya dalam dua tahun ke depan.
Fitch juga menempatkan outlook negatif ke Belgia, Spanyol, Slovenia, Italia, Irlandia dan Siprus, sembari mengatakan Perancis lebih tereksposur ke krisis dibandingkan negara rating top lainnya di zona euro. Langkah Fitch ini menyusul Standard & Poor’s yang menempatkan 15 negara zona euro dalam daftar pengawasan.
Indeks Nikkei jatuh 1,49% di 8.276,52. Indeks All Ordinaries anjlok 2,4% di 4.117,60. Indeks Kospi anjlok 4,43% ke 1.758,43. Indeks Shanghai turun 2,57% ke 2.167,68. Indeks Hang Seng 2,43% di 17.840,42. Indeks Straits Times turun 1,77% di 2.612,09. Sedangkan IHSG turun 0,3% di 3.757,05.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei
- Eropa, China pukul Hang Seng
- Nikkei melorot, sempat ke bawah 9.000
- Selama 5 sesi, Hang Seng jatuh
- Karena Yunani, Nikkei & Kospi jatuh lagi



