Bursa Asia makin terpukul

Tanggal December 19, 2011 / 10:59 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Bursa saham Asia dipertengahan perdagangan kali ini mengalami kejatuhan tajam, dimana masalah krisis utang Eropa. Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global membuat saham di sektor ekspor dan komoditas melemah, kedua faktor itulah yang membawah bursa saham Australia ke level terendahnya dalam 3 pekan terakhir.

Meningkatnya kecemasan Eropa tidak akan mampu mengatasi krisis utangnya, setelah Fitch Ratings menempatkan Perancis dalam outlook negatif dan mengatakan enam negara Eropa lainnya akan terkena  downgrade. Hal ini mengindikasikan ada kemungkinan setidaknya 50% negara itu bisa kehilangan rating AAA-nya dalam dua tahun ke depan.
Fitch juga menempatkan outlook negatif ke Belgia, Spanyol, Slovenia, Italia, Irlandia dan Siprus, sembari mengatakan Perancis lebih tereksposur ke krisis dibandingkan negara rating top lainnya di zona euro. Langkah Fitch ini menyusul Standard & Poor’s yang menempatkan 15 negara zona euro dalam daftar pengawasan.

Indeks Nikkei jatuh 1,49% di 8.276,52. Indeks All Ordinaries  anjlok 2,4% di 4.117,60. Indeks Kospi anjlok 4,43% ke 1.758,43. Indeks Shanghai turun 2,57% ke  2.167,68. Indeks Hang Seng 2,43% di 17.840,42. Indeks Straits Times turun 1,77% di 2.612,09. Sedangkan IHSG turun 0,3% di 3.757,05.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account