Bursa Asia kembali tumbang

Tanggal August 31, 2010 / 9:02 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Bursa saham dunia bertumbangan hari ini, dengan Wall Street terjerembab karena rendahnya volume transaksi di tengah kecemasan mengenai ekonomi global. Rupanya, pernyataan Ketua the Fed Ben Bernanke, yang menjamin kesigapan the Fed menjaga pemulihan ekonomi, tidak berdampak lama.
Sebenarnya, Bernanke hanya mengulang “mantra” nya yang digunakan selama ini, tanpa dibarengi dengan tindakan. Memang, ia hanya berusaha menenangkan pasar, yang gelisah dengan perkembangan ekonomi AS. Namun, tanpa ada langkah kongkrit, kecemasan akan terus datang kembali.
Bursa regional juga kembali babak belur, dengan indeks Nikkei tergelincir hingga 200 poin karena penguatan yen kembali.
Langkah BOJ, yang menambah dan memperpanjang program pinjamannya, belum mengatasi penguatan yen. Langkah tersebut tidak mengejutkan pasar, yang sempat berharap BOJ  mau membuat gebrakan. Data produksi industrial Jepang yang lebih baik dari prediksi tidak mampu mengurangi sentimen negatif di bursa.
Data yang terjadwal hari ini adalah data ketenagakerjaan Jerman dan zona euro. Data lainnya indeks perumahan dan sentimen konsumen AS. Indeks sentimen konsumen AS diperkirakan naik ke 51,0 di Agustus dari 50,4 di Juli. Data yang meningkatkan kecemasan mengenai ekonomi AS, akan menekan Wall Street.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei berakhir di zona positif kemarin, namun penguatannya terpangkas  karena pasar kecewa dengan keputusan BOJ yang tidak mengejutkan. Dalam rapat darurat, BOJ memutuskan untuk memperlonggar kebijakannya, dengan menambah program pinjamannya menjadi 30 triliun yen dari 20 triliun yen dan memperpanjang jangka waktu menjadi 6 bulan dari 3 bulan. Namun, langkah ini sesuai prediksi, pasar sudah memperhitungkannya. Indeks Nikkei .N225 ditutup menguat 158,20 poin, atau 1,76%, di 9.149,26.
Indeks Nikkei diperkirakan akan kembali melemah hari ini, dimana aksi ambil untung menerjang sentimen pasar pasca kenaikan kemarin. Selain itu, kembali anjloknya Wall Street dan menguatnya yen turut menekan sentimen.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi mencatat hasil mengesankan kemarin, didorong saham baja dan bank, menyusul langkah pemerintah untuk mendorong sektor properti. Indeks Kospi .KS11 ditutup menguat 30,57 poin, atau 1,76%, di 1.760,13.
Aksi profit taking menerpa bursa Korsel hari ini, menyusul kejatuhan Wall Street semalam di tengah kekhawatiran terhadap prospek perekonomian global. Sementara itu, saham bank dan konstruksi diperkirakan dapat meredam kejatuhan indeks Kospi, menyusul keputusan pemerintah yang mengizinkan masyarakat berpendapatan rendah meminjam lebih banyak uang untuk membeli rumah.
Hang Seng Futures Kontrak September (HSIU0)
Indeks Hang Seng masih tenggelam dalam zona negatif Jumat lalu, merosot ke level terendah dalam sebulan terakhir, setelah China  Life melanjutkan kejatuhannya yang dipicu oleh kinerja keuangan yang mengecewakan. Namun, kejatuhan berhasil diredam oleh penguatan saham ICBC yang mengumumkan kinerja keuangan yang memuaskan. Indeks Hang Seng .HSI ditutup melemah 14,71 poin, atau 0,07%, di 20597.
Awan hitam menyelimuti indeks Hang Seng belum bisa sepenuhnya pergi, ditambah dengan merosotnya Wall Street dan berimbas pada indeks Nikkei dan Kospi yang kini bergerak turun. Namun, penurunan cenderung terbatas, dimana pasar berspekulasi dirilisnya data consumer confidence AS akan mencatat kenaikan.

Rekomendasi
NIKKEI


KOSPI


HANG SENG

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account