Bursa Asia hijau, FOMC jadi fokus
Jakarta, Strategydesk - Bursa Asia mendapat suntikan positif dari penguatan Wall Street semalam, menyusul harapan bahwa the Fed akan mengambil langkah untuk memulihkan perekonomian AS.
Namun, pasar masih mencemaskan mengenai ekonomi AS yang terlihat semakin buruk, dipicu oleh data Jumat lalu yang menunjukan non-farm payroll, atau lapangan kerja di luar sektor pertanian, menyusut sebanyak 131.000 bulan lalu. Angka tersebut lebih besar dari prediksi 65.000. Namun, tingkat pengangguran tetap di 9,5%.
Salah satu even penting hari ini adalah rapat reguler FOMC. Menyusul data ekonomi AS yang menunjukan perlambatan, memberi tekanan ke the Fed untuk dapat meluncurkan stimulus moneter. Banyak kalangan yang memperkirakan the Fed akan menghidupkan kembali program pembelian asetnya.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei berakhir negatif kemarin, dalam perdagangan yang relatif sepi, menyusul data ketenagakerjaan AS yang menunjukan perlambatan ekonomi terbesar dunia tersebut. Penguatan yen menekan saham eksportir setelah dollar mendekati level terendah dalam 15 tahun terakhir menyusul data payroll itu. Indeks Nikkei .N225 ditutup melemah 69,63 poin, atau 0,72%, di 9.572,49.
Indeks Nikkei coba bangkit, setelah adanya spekulasi bahwa Federal Reserve dalam rapat regularnya hari ini jadi fokus utama, dimana ada sinyal bahwa the Fed bakal mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pemulihan ekonomi AS. Disatu sisi, pertemuan Bank Sentral Jepang (BOJ) kali ini, kemungkinan masih akan mempertahankan suku bunga rendah 0,1%. Sedikit melemahnya yen diharapkan dapat menopang saham ekspor.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Kospi ditutup .KS11 menguat sebesar 0,36 % di posisi 1.790,17 poin. Penguatan ini mendapat kontribusi dari sektor perkapalan dan sektor perbankan yang turut mendukung pasar. Selain itu, kospi menguat dikarenakan harapan investor atas langkah stimulus tambahan dari The Fed. Sementara itu, salah satu emiten terbesar Korsel, Posco, anjlok sebesar 0,8 % mendekati 512.000 won pada perdagangan kemarin.
Indeks Kospi diperkirakan masih akan mengalami kenaikan hari ini, kendati dalam range yang sempit. Pasar cenderung wait and see jelang pertemuan regular The Fed malam ini. Selain itu, kembali menegangnya gejolak politik di semenanjung Korea dapat menekan sentimen.
Hang Seng Futures Kontrak Juli (HSIN0)
Indeks Hang Seng berakhir positif kemarin, dengan mencapai level tertinggi dalam 3,5 bulan terakhir dalam perdagangan yang cukup fluktuatif. Selain itu, kinerja ini berhasil dicatat di saat bursa regional tertekan karena data payroll AS. Penguatan terjadi berkat optimisme terhadap sektor properti Hong Kong, menyusul data yang menunjukan kenaikan penjualan. Di penutupan, indeks Hang Seng mengalami penguatan sebesar 122,79 poin di posisi 21.801,59 atau kenaikan sebesar 0,57 %.
Wall Street yang penutupan semalam berhasil menguat, diperkirakan dapat angkat sentimen pasar di Hong Kong, berkat langkah yang diambil The Fed dalam rapatnya hari ini. Selain itu, pelaku pasar menantikan data ekonomi China yang akan diumumkan minggu ini. Data ini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai kebijakan Beijing selanjutnya.
Rekomendasi
NIKKEI
KOSPI
HANG SENG
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Krisis Eropa kembali menggelayuti regional
- Regional rally berkat data AS
- Wall Street flat, regional menanti payroll
- Data manufaktur angkat regional
- Data AS mengecewakan, regional tertekan
- Wall Street koreksi tipis, regional range terbatas
- Dow koreksi, regional fokus pertemuan Uni Eropa
- Data AS giring koreksi bursa Asia
- Pasca FOMC, bursa Asia masih positif
- Apple Hijaukan Regional
- Fokus Menkeu Eropa, Nikkei menguat
- Laju Nikkei tertahan
- Sentimen Positf Eropa & AS, bursa Asia melaju
- IMF, Goldman Sach Hijaukan Asia
- Penguatan Asia Mulai Terbatasi



