Bursa Asia flat, Bernanke dan PDB AS jadi fokus

Tanggal August 27, 2010 / 8:11 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Bursa Asia terlihat bergerak dalam kisaran terbatas hari ini, dimana pasar lebih memilih wait and see jelang pidato Ketua The Fed Ben Bernanke dan rilisan data PDB AS.
Pergerakan bursa Asia diawal perdagangan kembali tergerus karena jatuhnya Wall Street yang dipicu oleh kecemasan perlambatan ekonomi global. Namun, aksi short covering dapat membatasi kejatuhan bursa Asia, setelah dalam sepekan terakhir mengalami kemunduran.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei berhasil rebound kemarin, bangkit dari level terendah dalam 16 bulan terakhir, berkat aksi bargain hunting. Selain itu, pembelian di indeks berjangka oleh investor domestik setelah aksi jual oleh spekulan di sehari sebelumnya juga mengangkat indeks. Namun, laju terhambat oleh ketidakpastian ada tidaknya langkah pemerintah seputar penguatan yen. Indeks Nikkei .N225 ditutup menguat 61,09 poin, atau 0,69%, di 8.906,48.
Diakhir perdagangan minggu ini, indeks Nikkei diperkirakan bergerak dalam kisaran sempit, dimana pelaku pasar cenderung wait and see jelang pidoto Ben Bernanke dan rilisan data PDB AS. Wall Street yang semalam ditutup turun, meski data klaim tunjangan pengangguran AS menyusut. Namun, kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global membawa sentimen pasar jatuh. 
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi berakhir negatif kemarin, mencatat kejatuhan untuk kelima sesi berturut-turut, di tengah kecemasan mengenai ekonomi karena data AS yang buruk. Kejatuhan dipimpin oleh saham energi dan bank. Indeks Kospi .KS11 ditutup menguat 5,03 poin, atau 0,29%, di 1.729,76.
Indeks Kospi belum bisa beranjak dari zona negatif sampai dengan hari ini, dimana meningkatnya kecemasan pasar mengenai proyeksi ekonomi global yang terus menurun. Namun, data transaksi berjalan Korsel yang yang surplus bulan lalu, kemungkinan dapat membatasi kejatuhan indeks diakhir perdagangan minggu ini.
Hang Seng Futures Kontrak Agustus (HSIQ0)
Indeks Hang Seng berakhir negatif lagi kemarin, melanjutkan koreksi sesi sebelumnya, menyusul kejatuhan saham China Life karena kinerja keuangannya yang mengecewakan. Namun, penguatan saham properti lokal dan saham defensif, seperti telekomunikasi dan utilitas, berhasil meredam kejatuhan pasar. Indeks Hang Seng .HSI ditutup melemah 22,92 poin, atau 0,11%, di 20.612,06.
Awan hitam menyelimuti indeks Hang Seng belum bisa sepenuhnya pergi, ditambah dengan merosotnya Wall Street dan berimbas pada indeks Nikkei dan Kospi yang kini bergerak turun. Namun, penurunan cenderung terbatas, dimana kenaikan harga komoditas dan meningkatkan kinerja saham komoditas.

Rekomendasi
NIKKEI


KOSPI


HANG SENG


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account