Bursa AS flat, IHSG sideway
Jakarta, Startegydesk - Pergerakan flat (turun 0,01%) dari Indeks Dow Jones Industrial (DJI) benar-benar jauh dari ekspektasi Dow Futs pada Jumat sore yang naik sekitar 0,7%. Meskipun demikian, sentimen di Bursa Asia pagi hari ini terlihat masih positif setelah pemerintah Italia mengumumkan langkah-langkah penghematan dan pertumbuhan yang akan dilakukan sebagai solusi atas krisis hutang yang tengah terjadi.
Minimnya sentimen ini, sepertinya masih akan membuat pelaku pasar melakukan aksi wait and see. IHSG diperkirakan masih akan bergerak flat-naik pada kisaran 3750-3875.
Minggu ini perkembangan dari Krisis Eropa akan kembali menjadi sentimen pasar. Di akhir minggu ini, para pemimpin Eropa akan bertemu di Brussel untuk membicarakan kelanjutan dari integrasi fiskal yang lebih besar untuk kawasan Eropa. KTT ini menjadi penting karena akan menentukan arah kedepan dari Euro, seperti juga arah dari krisis.
Outlook Global
Penguatan saham kemungkinan terbatas menjelang pertemuan Uni Eropa dan hasil rapat reguler minggu ini. Zona euro memasuki 10 hari terkritis yang dapat menentukan masa depannya. Integrasi fiskal adalah salah satu wacana yang akan dibahas dalam 10 hari itu.
Dan inilah yang menjadi pemicu atas indeks utama AS yang penutupan akhir minggu lalu mixed. Selain masalah Eropa, pelaku pasar juga meragui akan hasil angka pengangguran di Nopember yang disampaikan Departemen Tenaga Kerja AS turun sejalan jumlah pencari kerja yang menurun. Tingkat pengangguran turun 8,6% lebih baik dari perkiraan bulan sebelumnya 9,0%. Sementara itu, lapangan kerja bertambah sebanyak 120.000 selama Nopember, dari 80.000 bulan Oktober.
Penguatan bisa kembali terhambat di tengah masih karena kekhawatiran soal Eropa belumlah sirna. Kekhawatiran akan ancaman krisis finansial membuat pelaku psar menuntut imbal hasil tinggi, mendorong yield Italia dan Spanyol menjulang. Setelah bank sentral negara maju mengumumkan langkah terkoordinasi memberi pinjaman dollar murah ke bank Eropa, pasar kembali tenang. Hal ini membuat euro bullish, paling tidak untuk sementara.
Bank Sentral AS (The Fed), Eropa (ECB), Inggris (BOE), Jepang (BOJ), Kanada (BOC) dan Swiss (SNB), meluncurkan pinjaman dollar lunak ke bank Eropa dan lainnya, indikasi kesigapan dalam mewaspadai efek gejolak Eropa dan sistem finansial global.
Lambatnya pemimpin Eropa dan kurangnya gebrakan untuk mengatasi krisis utang menjadi faktor yang membuat pasar masih segan untuk terlalu besar melakukan pembelian. Kurangnya perkembangan berarti dalam mengatasi krisis utang akan membuat yield naik lagi dan sentimen bisa melemah kembali.
Meski mengalami pelemahan diawal perdagangan Asia, bursa regional sebenarnya masih mendapat dukungan dari kabar Italia, bahwa Minggu kemarin, Perdana Menteri Italia, Mario Monti meluncurkan 30 miliar euro atau $40,3 miliar sebagai langkah-langkah paket penghematan, termasuk menaikkan pajak dan memperpanjang usia pensiun.
Review IHSG
Bergerak berlawanan dengan mayoritas bursa saham regional, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru terkoreksi di penghujung perdagangan minggu kemarin.
Kenaikan tajam yang terjadi di sesi-sesi sebelumnya, membuat pelaku pasar tergiur untuk melakukan aksi profit taking. Saham-saham blue chip, khususnya dari sektor komoditas menjadi sasaran aksi profit taking tersebut.
untungnya, aksi beli saham-saham properti menjelang penutupan mampu menahan kejatuha n, dan IHSG hanya terkoreksi tipis sebesar 1,263 poin (0,04%) ke level 3.779,836. Namun, Indeks LQ 45 justru naik tipis 0,409 poin (0,06%) ke level 669,501.
Saham-saham yang mengalami kenaik an diantaranya Surya Toto (TOTO), Harum Energy (HRUM), United Tractor (UNTR), dan Sorini Agro (SOBI).
Sementara saham-saham yang turun cukup antara lain Century Textille (CNTX), Dian Swastatika (DSSA), Astra Internasional (ASII), dan Elang Mahkota (EMTK).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Pembentukan pola doji yang terbentuk masih belum merubah pandangan kami terhadap arah IHSG. Indikator RSI yang positif, serta golden cross pada stochastic masih bisa memberikan potensi bullish IHSG. Kami masih melihat bahwa IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya untuk menguji resistance di 3.830 – 3.875. Sedangkan trend bullish ini hanya akan berakhir jika IHSG kembali turun di bawah level 3.715, untuk target bearish menuju area 3.620 – 3.580. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.850 – 3.830
R3 3812
R2 3797
R1 3788
Pivot 3773
S1 3764
S2 3749
S3 3740
Stock Pick
BMRI
Mampu bertahan di atas support channel bisa menjadi sinyal rebound bagi BMRI. Kondisi tersebut didukung pula oleh indicator stochastic yang mulai bullish cross over. Terlihat pula bahwa saat ini harga telah berada di atas MA, indikasi bahwa trend mulai berbalik bullish. Saat ini harga masih tertahan di area resistance 6.750. Penembusan resistance tersebut akan memberikan potensi bullish reversal untuk meraih area 6.900 – 7.050.
Rekomendasi : Buy, stop loss, breakout 6.300, target 7.000
Support : 6.550, 6.300
Resistance : 6.900, 7.050
ENRG
Pergerakan ENRG masih terlihat flat di area support 145 dan resistance di 160. Kedua level tersebut akan menjadi penentu pergerakan ke depan. Penembusan resistance di 160 akan memberikan konfirmasi bullish reversal untuk meraih target congestion di 181. Sedangkan alur bearish akan kembali berlanjut jika support di 145 ditembus, untuk target bearish menuju area 125.
Rekomedasi : Hold, Stop loss breakout 145, target 160
Support : 145, 125
Resistance : 160, 181
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



