BOJ tambah QE, yen anjlok

Tanggal February 14, 2012 / 4:19 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Yen, yang sempat menguat karena penurunan rating beberapa negara Eropa,  jatuh tajam setelah BOJ mengumumkan keputusan penambahan jumlah program pembelian aset atau Quantitative Easing (QE).

BOJ melonggarkan kebijakan moneternya lagi dengan meningkatkan jumlah pembelian asetnya sebesar 10 triliun yen menjadi 65 triliun yen, untuk program Quantitative Easing (QE)-nya, di mana BOJ membeli obligasi pemerintah dan swasta.

Dalam pernyatannya, BOJ mengatakan prospek ekonomi Jepang terus diliputi ketidakpastian tinggi, karena terkait krisis utang Eropa, pasokan dan permintaan listirk serta efek apresiasi yen. Keputusan ini datang sehari setelah laporan yang memperlihatkan ekonomi kontraksi 2,3% selama kuartal keempat 2011, karena penguatan yen, merosotnya ekspor dan banjir Thailand. Tapi BOJ sendiri mengatakan langkah ini ditujukan untuk mendorong inflasi ke 1%.

Yen sempat rally setelah Moody’s Investor Service menurunkan rating enam negara Eropa dan menempatkan tiga lainnya ke dalam daftar evaluasi. Lembaga itu memangkas peringkat Portugal, Spanyol dan Italia, serta menempatkan rating AAA Ingris, Perancis dan Austria dalam outlook negatif.

Pada jam 16:00 WIB, yen diperdagangkan di 77,95 per dollar, melemah dari level penutupan New York dini hari tadi 77,57. Terhadap euro, yen melemah ke 102,67 per euro dari 102,28. Yen melemah terhadap sterling ke 122,62 per pound dari 122,29.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account