BOJ pangkas laju Nikkei
Jakarta, Strategydesk - Indeks Nikkei berakhir di zona positif hari ini, namun penguatannya terpangkas karena pasar kecewa dengan keputusan BOJ yang tidak mengejutkan.
Dalam rapat darurat, BOJ memutuskan untuk memperlonggar kebijakannya, dengan menambah program pinjamannya menjadi 30 triliun yen dari 20 triliun yen dan memperpanjang jangka waktu menjadi 6 bulan dari 3 bulan.
Namun, langkah ini sesuai prediksi, pasar sudah memperhitungkannya. Pasar sempat berharap BOJ membuat gebrakan untuk mengatasi penguatan yen dan deflasi. Pasar mempertanyakan apakah langkah BOJ ini mampu meredam apresiasi yen.
Indeks Nikkei ditutup menguat 158,20 poin, atau 1,76%, di 9.149,26. Indeks itu sempat menguat lebih dari 3% hingga ke 9.280,70. Sedangkan indeks Topix naik 1,2% ke 829,21.
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi mencatat hasil mengesankan, didorong saham baja dan bank, menyusul langkah pemerintah untuk mendorong sektor properti. Indeks Kospi ditutup menguat 30,57 poin, atau 1,76%, di 1.760,13.
Penguatan juga didukung oleh pernyataan Ketua the Fed Ben Bernanke bahwa pihaknya punya alat untuk mencegah ekonomi terjerumus ke resesi. Penguatan juga didorongt oleh keputusan pemerintah mengizinkan masyarakat berpendapatan rendah meminjam lebih banyak uang untuk membeli rumah.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Gara-gara Yunani, Hang Seng flat
- Nikkei Koreksi Karena Isu Yunani
- Profit taking, Yunani tekan Hang Seng
- Data payroll AS angkat Nikkei
- Antisipasi payroll, Hang Seng turut flat
- Jelang payroll, Nikkei & Kospi koreksi
- Hang Seng naik 2%, bank rally
- Nikkei, Kospi melaju berkat data manufaktur dunia
- Data PMI China Mixed, Hang Seng koreksi
- Nikkei stabil, meski earning buruk
- Hang Seng naik 1,1%
- Nikkei flat, naik 4% selama Januari
- Hang Seng terkoreksi 1,7%
- Penguatan yen pukul Nikkei
- Ekspor meningkat, Hang Seng menanjak



