BOJ diisukan akan tambah program likuiditas
Jakarta, Strategydesk - BOJ disinyalir akan menambah dan memperpanjang program likuiditasnya dalam rangka menekan suku bunga pasar dan melemahkan yen. Hal itu diberitakan oleh surat kabar Sankei.
Menurut surat kabar itu, salah satu langkahnya akan diupayakan dengan meningkatkan fasilitas kredit untuk perbankan menjadi 30 triliun yen dari 20 triliun yen. BOJ juga akan memperpanjang jangka waktu pinjaman menjadi 6 bulan dari 3 bulan masa peminjaman. Tindakan ini diambil dengan tujuan menekan suku bunga dan untuk melemahkan yen.
Pemerintah Jepang sedang menghadapi tekanan dari penguatan yen terhadap dolar yang mengancam eksportir dan memperburuk deflasi. Menteri Keuangan Yoshihiko Noda mengatakan akan terus memantau pasar keuangan secara terperinci. Yoshihiko juga mengatakan pergerakkan mata uang yen yang tajam dapat melukai pasar dan berjanji akan bekerja dengan Ketua BOJ Masaaki Shirakawa.
Shirakawa sendiri dijadwalkan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Naoto Kan Senin depan untuk membahas masalah yen.
Namun, menurut pemberitaaan Dow Jones Newswires, salah satu pejabat BOJ yang tidak ingin disebutkan namanya, melihat penguatan yen saat ini belum mengancam perekonomian. Meski demikian tekanan politik atau penguatan yen yang melampaui batas dapat membuat mereka berpikir untuk mengambil tindakan.
Yen mencapai level 84,73 per dollar pada 11 Agustus lalu, itu adalah level tertingginya sejak Juli 1995. Penguatan yen dianggap dapat mengurangi daya saing produk Jepang di pasar internasional dan laba perusahaan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Inflasi China naik 4,5%
- RBA pertahankan rate di 4,25%
- Tumbuh 6,5%, ekonomi Indonesia stabil
- Publik Jerman ingin Yunani keluar dari euro
- Bernanke : Ekonomi masih penuh tantangan
- Manufaktur China masih membaik
- 25 negara Eropa sepakat traktat baru
- Dunia desak Eropa tuntaskan krisis
- The Fed pertimbangkan stimulus lanjutan
- Krisis Eropa, IMF turunkan proyeksi PDB dunia
- Eropa tolak tawaran kreditor Yunani
- Naik rating, dana asing makin deras
- Ekonomi melambat, China coba genjot kredit
- Giliran Moody naikkan Indonesia ke investment grade
- Bank Dunia pangkas proyeksi PDB global 2012



