BOJ akan pertahankan suku bunganya
Tanggal August 15, 2008 / 7:58 am. Oleh: Nizar Hilmy
Bank of Japan (BOJ) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunganya di 0,5% minggu depan setelah ekonomi kontraksi dan inflasi naik tajam.
Dewan Gubernur BOJ akan mengadakan rapat regulernya pada 18-19 Agustus nanti. Terakhir kali BOJ menaikkan suku bunga adalah pada Februari 2007.
Pertumbuhan Jepang, ekonomi terbesar kedua dunia, turun 2,4% pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya, menurut laporan minggu ini. Kenaikan harga menekan pembelanjaan konsumen dan perlambatan ekonomi global menghambat ekspor. Dengan ekonomi diambang resesi, para ekonom memperkirakan suku bunga akan bertahan di level tersebut paling tidak sampai tahun depan.
Penurunan pembelanjaan konsumen pada kuartal kedua merupakan yang pertama sejak 2006, laporan PDB menunjukkan. Ekspor, mesin perekonomian utama Jepang, turun tajam.
Pemerintah menggambarkan kondisi ekonomi dengan melemah, kata yang tidak pernah digunakan sejak 2001. BOJ kemungkinan akan mengikutinya dengan menurunkan penilaian ekonominya.
Sementara itu, inflasi, yang melonjak karena kenaikan harga energi dan komoditas, mengurangi daya beli konsumen dan laba perusahaan. Inflasi, di luar harga pangan segar, naik 1,9% pada Juni dari tahun sebelumnya, tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Dihadapkan pada kondisi tersebut, akan membuat BOJ mempertahankan suku bunganya sampai pertengahan tahun depan, menurut para ekonom.
Bank of Japan (BOJ) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunganya di 0,5% minggu depan setelah ekonomi kontraksi dan inflasi naik tajam.
Dewan Gubernur BOJ akan mengadakan rapat regulernya pada 18-19 Agustus nanti. Terakhir kali BOJ menaikkan suku bunga adalah pada Februari 2007.
Pertumbuhan Jepang, ekonomi terbesar kedua dunia, turun 2,4% pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya, menurut laporan minggu ini. Kenaikan harga menekan pembelanjaan konsumen dan perlambatan ekonomi global menghambat ekspor. Dengan ekonomi diambang resesi, para ekonom memperkirakan suku bunga akan bertahan di level tersebut paling tidak sampai tahun depan.
Penurunan pembelanjaan konsumen pada kuartal kedua merupakan yang pertama sejak 2006, laporan PDB menunjukkan. Ekspor, mesin perekonomian utama Jepang, turun tajam.
Pemerintah menggambarkan kondisi ekonomi dengan melemah, kata yang tidak pernah digunakan sejak 2001. BOJ kemungkinan akan mengikutinya dengan menurunkan penilaian ekonominya.
Sementara itu, inflasi, yang melonjak karena kenaikan harga energi dan komoditas, mengurangi daya beli konsumen dan laba perusahaan. Inflasi, di luar harga pangan segar, naik 1,9% pada Juni dari tahun sebelumnya, tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Dihadapkan pada kondisi tersebut, akan membuat BOJ mempertahankan suku bunganya sampai pertengahan tahun depan, menurut para ekonom.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jadwal Earnings Jepang 30 Januari - 10 Februari 2012
- Jadwal Libur Pasar Keuangan AS, Asia 2012
- ECB terseret polemik krisis
- Bayang-bayang Lehman Brothers hantui politisi & bankir Eropa
- Negara pengutang terbesar di dunia
- Yunani sebaiknya keluar dari euro?
- Krisis utang Eropa yang belum juga tuntas
- Even penting minggu ini: RBA, BOJ, BOE & ECB
- Kaleidoskop 2010: Krisis utang Eropa
- Dapatkah QE 2 pulihkan ekonomi AS?
- The Fed bersiap luncurkan stimulus (lagi)?
- Akankah Jepang intervensi yen?
- Prospek ekonomi Eropa lebih baik dari AS?
- Pasar sambut earnings season
- Apakah euro menuju paritas dollar?



