BI pertahankan rate di 6,5%, naikan GWM
Jakarta, Strategydesk - BI masih mempertahankan suku bunganya di 6,50%, sembari menginstruksikan bank komersial untuk menyisihkan lebih banyak dana cadangan.
Dengan ini, sudah selama 14 bulan BI Rate berada di level tersebut. Dalam pernyataannya, BI mengatakan keputusan itu diambil setelah mengevaluasi perkembangan ekonomi yang terlihat masih baik.
BI memandang level itu masih cukup untuk menjaga ekspektasi inflasi. Namun, BI juga menegakan akan terus memantau perkembangan inflasi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengendalikannya.
Selain mempertahankan rate, BI juga menaikan Giro Wajib Minimum (GWM), sebagai alat untuk mengendalikan arus likuiditas yang saat ini besar. Rasio GWM, atau jumlah dana minimum yang wajib disimpan oleh suatu bank, naik menjadi 8% dari 5%. Peraturan ini mulai berlaku pada 1 Nopember 2010.
BI juga menetapkan Loan to Deposit Ratio (LDR) di kisaran 78-100%. Hal ini ditempuh untuk mendorong fungsi intermediasi perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit, namun dengan prinsip kehati-hatian.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Inflasi China naik 4,5%
- RBA pertahankan rate di 4,25%
- Tumbuh 6,5%, ekonomi Indonesia stabil
- Publik Jerman ingin Yunani keluar dari euro
- Bernanke : Ekonomi masih penuh tantangan
- Manufaktur China masih membaik
- 25 negara Eropa sepakat traktat baru
- Dunia desak Eropa tuntaskan krisis
- The Fed pertimbangkan stimulus lanjutan
- Krisis Eropa, IMF turunkan proyeksi PDB dunia
- Eropa tolak tawaran kreditor Yunani
- Naik rating, dana asing makin deras
- Ekonomi melambat, China coba genjot kredit
- Giliran Moody naikkan Indonesia ke investment grade
- Bank Dunia pangkas proyeksi PDB global 2012



