BI pangkas proyeksi PDB 2012
Jakarta, Strategydesk - Bank Indonesia (BI) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2012 di tengah prospek perlambatan ekonomi global, disampaikan oleh Deputi Gubernur Halim Alamsyah hari ini.
Proyeksi terbaru menyebutkan ekonomi diperkirakan tumbuh 6,3% tahun depan, lebih rendah dari 6,7% yang sempat diproyeksikan awal bulan ini. Untuk tahun ini, Produk Domestik Bruto (PDB) diprediksikan tumbuh 6,6%. Selama kuartal ketiga, PDB tumbuh 6,5%, sama dengan kuartal sebelumnya.
Bulan lalu, BI memangkas suku bunganya 25 bps menjadi 6,5% sebagai antisipasi efek gejolak ekonomi global. Menyoal krisis Eropa, Halim optimis perbankan domestik masih cukup kuat menghadapi kemungkinan guncangan dari sana. Menurutnya, hasil stress test BI memperlihatkan perbankan Indonesia tahan menghadapi gejolak global karena punya eksposur luar negeri yang rendah.
Dalam kesempatan yang sama, ia mengungkapkan cadangan devisa turun sebesar $2 miliar dollar selama Nopember menjadi $112 miliar. Tapi ia yakin jumlah itu masih cukup untuk menghadapi arus dana keluar. Ia memperkirakan cadangan devisa akan mencapai $116 miliar tahun ini dan $133,6 miliar tahun depan.
Sementara itu, Gubernur BI Darmin Nasution secara terpisah menegaskan siap untuk menambah intervensi di pasar, dan bila diperlukan, mulai menggunakan cadangan devisa untuk membeli obligasi pemerintah denominasi rupiah dari investor asing dalam rangka mencegah depresiasi tajam.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



