Bernanke : Ekonomi masih penuh tantangan
Jakarta, Strategydesk - Ketua the Fed Bernanke menggambarkan pemulihan ekonomi sangat lambat karena tantangan berat masih dihadapi konsumen dan ekonomi.
Dalam kesaksian di hadapan Kongres, Bernanke mengatakan para anggota Komite Anggaran bahwa meski ekonomi membaik, dengan meningkatnya pembelanjaan konsumen dan lapangan kerja, prospeknya masih penuh ketidakpastian. Ia mengatakan pertanyaan besar adalah kemampuan konsumen berbelanja, mengingat pendapatan yang stagnan, akses kredit sulit, dan kepercayaan yang masih rendah.
Menurutnya, masih ada risiko perkembangan di Eropa atau lainnya ternyata justru memburuk dan membahayakan prospek ekonomi domestik. “Kami akan terus memantau situasi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi ekonomi dan sistem finansial AS,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bernanke juga membela kebijakannya dari kritikan para anggota Kongres dari Republik, dengan mengatakan ekonomi masih membutuhkan banyak sokongan. Bernanke mengatakan krisis finansial Eropa masih mengancam pemulihan ekonomi AS, dan pihaknya akan melakukan apapun untuk meredam efeknya.
Minggu lalu the Fed mengumumkan proyeksi suku bunga rendah diberlakukan sampai akhir 2014. Langkah yang dianggap sebagai upaya untuk membantu pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Meski begitu, Bernanke tetap membuka pelonggaran lebih lanjut, sembari mendesak Kongres turut mengambil langkah untuk membantu ekonomi.
“Kami tentunya tidak puas dengan situasi saat ini dan sembari berusaha mewujudkan dua mandat kami (stabilitas harga dan ketenagakerjaan maksimal), kami berharap anda semua dan juga pemerintah mencari solusi untuk memperkuat ekonomi,” katanya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



