Berkat ECB & lelang, euro rebound

Tanggal January 13, 2012 / 9:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Euro berhasil rebound semalam, setelah penjualan lelang obligasi Spanyol dan Italia, serta pernyatan positif dari ECB mengurangi kekhawatiran soal krisis utang, untuk sementara. 
Euro mencapai level tertinggi dalam seminggu terakhir setelah Spanyol berhasil menjual obligasi dua kali lipat target dan Presiden ECB Mario Draghi mengindikasikan adanya stabilitas. Euro melonjak hingga $1,2844, setelah di sesi sebelummnya sempat terpuruk di $1,2661, terendah dalam 16 bulan terakhir.
Spanyol dan Italia sukses mengumpulkan 22 miliar euro dalam lelang bahkan dengan biaya yang lebih rendah dari lelang sebelumnya. Hal ini mengurangi ketegangan di pasar keuangan dan mengindikasikan adanya perbaikan dalam sentimen investor terhadap zona euro. Lelang Spanyol terlihat sukses, menjual hampir 10 miliar euro obligasi tenor 3 dan 4 tahun, dua kali lipat target dengan yield rata-rata 3,384%, turun dari 5,187% di lelang 1 Desember.  Lelang Spanyol mendorong permintaan euro setelah Madrid berhasil menggelar lelang itu.
Italia, yang juga menjadi sorotan di tengah krisis utang, berhasil menjual surat utang jangka pendek. Italia menjual 8,5 miliar euro bill tenor 1 tahun, dengan yield rata-rata 2,74%, separuh dari lelang pada pertengahan Desember. Pemerintah berencana untuk menjual obligasi tenor 3 dan 6 tahun hari ini.
Yield obligasi tenor 10 tahun kedua negara turun setelah lelang itu, melanjutkan penurunan dan menjauhi level psikologis. Yield 10 tahun Italia turun 36 bps ke 6,67%, sedangkan punya Spanyol turun 19 bps jadi 5,17%.  Italia akan menggelar lelang dengan  target 4,75 miliar euro, yang akan dicermati menyusul suksesnya lelang kemarin.
Euro juga terangkat setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pinjaman murah setengah triliun euro sangat membantu sistem perbankan zona euro dan mengangkat kepercayaan terhadap ekonomi kawasan, yang, menurutnya, mulai memperlihatkan tanda-tanda stabilisasi. Ia mengatakannya setelah mempertahankan suku bunga di 1%.
Tapi tidak semua yakin zona euro menuju stabilitasi, masih ada kalangan yang khawatir kawasan itu akan terjerumus kembali ke resesi. Memang, serangkaian data terakhir memperlihatkan kondisi ekonomi yang lesu, seperti PDB Jerman yang melambat tahun lalu ke 3,0% dari 3,6% di 2010. Meski demikian, paling tidak dua katalis di atas bisa mengangkat euro untuk 1-2 hari lagi, dengan catatan tidak ada berita buruk lelang Italia hari ini juga sukses.
Mengenai mata uang lain, franc berhasil menguat tajam terhadap mata uang utama dunia karena keyakinan SNB tidak akan seagresif dulu meredam penguatan franc. Franc juga menguat karena data penjualan ritel dan initial jobless claims AS yang mengecewakan. Data AS terjadwal nanti malam adalah sentimen konsumern versi University of Michigan.

Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account