Berkat deal Eropa, minyak rebound
Jakarta, Strategydesk - Minyak rebound tajam hari ini dari kejatuhan terbesarnya dalam sebulan terakhir setelah pemimpin Eropa menyepakati langkah-langkah untuk mengentaskan krisis utang.
Para pemimpin akhirnya berhasil membujuk kreditor Yunani untuk menerima hair cut sebesar 50%. kesepakatan itu akan mengurangi beban utang Yunani menjadi 120% PDB pada 2020. Mereka juga memberikan bantuan tambahan ke Yunani sebesar 100 miliar euro.
Dalam rangka mencegah krisis menyebar, mereka juga sepakat untuk menambah dana EFSF hingga 1 triliun euro dan menginstruksikan bank Eropa untuk menambah modal sebesar 106 miliar euro. Selain itu, perbankan akan dituntut untuk punya rasio modal (CAR) 9%.
Pasar lega karena para pemimpin Eropa memenuhi janjinya untuk mengumumkan paket komplit. Hal ini tercermin dari kenaikan harga komoditas dan saham. Kesepakatan ini mengurangi kekhawatiran krisis akan memburuk dan memberikan efek seperti kebangkrutan Lehman Brothers.
Minyak juga naik setelah Badai Rina, kategori 1, bergerak menuju Semenanjung Yucatan di Meksiko. Kinetic Analysis Group, yang mengevaluasi potensi dampak badai, memperkirakan bahwa badai itu bisa menghentikan produksi 6,27 juta barel per hari di Petroleos Mexicanos, produsen minyak terbesar di Amerika Latin.
Faktor lain yang mengangkat minyak adalah ekspektasi baiknya kinerja ekonomi AS. PDB AS selama kuartal ketiga diperkirakan tumbuh 2,5%. Pertumbuhan yang semakin pesat dapat meningkatkan permintaan energi.
Pada jam 13:50 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember naik $2,05 ke $92.23 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat $1,61 jadi $110,52 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



