Berkat bailout Yunani, minyak rally
Jakarta, Strategydesk - Minyak bergerak di level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir hari ini setelah para pemimpin eropa sepakat memberi Yunani bailout kedua. Selain itu, faktor Iran masih menjadi support bagi harga.
Para menteri keuangan zona euro setuju hari ini mengabulkan permintaan Yunani akan bantuan finansial sebesar 130 miliar euro untuk menyelamatkannya dari kebangkrutan. Kesepakatan itu juga meliputi penghapusan sebagian utang Yunani. Kreditor swasta diperkirakan akan menderita kerugian 53,5% dari nilai nominal obligasi Yunani yang dapat mengurangi utang Yunani sebesar 100 miliar euro.
Minyak juga naik di tengah memanasnya ketegangan antara Barat dan Iran terkait program nuklirnya. Perwakilan dari PBB tiba di Iran untuk mengadakan inspeksi pada fasilitas nuklir Iran. Beberapa negara Eropa menghentikan pembelian minyak dari Iran sebagai bagian untuk menekan Teheran agar menghentikan program nuklirnya. Belgia, Republik Ceko, dan Belanda sudah berhanti membeli, sedangkan Yunani, Spantol dan Italia masih hanya mengurangi.
Iran menjadi salah satu faktor yang mengangkat harga dari $96 per barel bulan ini. Pada jam 13:36 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret naik $1,67 ke $104,91 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman April turun 8 sen jadi $119,97 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



