Bank Dunia pangkas proyeksi PDB global 2012
Jakarta, Strategydesk - Resesi di Eropa, yang menyebabkan perlambatan di India, Brazil dan negara berkembang lainnya kemungkinan akan mengurangi pertumbuhan ekonomi global tahun ini, menurut Bank dunia.
Dalam laporan tahunannya yang bertajuk Prospek Ekonomi Dunia yang dipublikasikan hari ini, Bank Dunia memangkas secara substansial proyeksi pertumbuhan baik di negara maju maupun berkembang. Lembaga itu memperkirakan ekonomi global akan tumbuh 2,5% tahun ini dan 3,1% di tahun berikutnya, lebih rendah dari proyeksi Juni lalu yang menyebutkan ekonomi tumbuh masing-masing 3,6% di kedua tahun itu.
“Bahkan mencapai angka itupun sangat tidak pasti,” katanya dalam laporan itu. "Krisis di Eropa dan perlambatan di negara berkembang, meningkatkan risiko kedua faktor itu saling memperkuat, menyebabkan pertumbuhan semakin lemah,” sebutnya.
Laporan itu menyebut dua alasan utama perlambatan ekonomi global, yaitu krisis utang Eropa memburuk dan beberapa negara berkembang besar mengambil langkah untuk mencegah ekonomi memanas dan meredam inflasi. Krisis utang Eropa membuat investor resah, jadi mereka mengurangi investasi ke banyak negara emerging markets, yang akhirnya mendorong suku bunga di negara tersebut. Investor internasional telah memangkas investasi di negara maju hingga 45% selama semester kedua tahun lalu.
Bank Dunia mengimbau negara berkembang untuk bersiap menghadapi yang terburuk seiring meningkatnya risiko krisis utang Eropa berubah menjadi krisis finansial global mirip 2008. “Meski langkah signifikan telah diambil, kemungkinan eskalasi krisis di Eropa tidak bisa diabaikan,” katanya.
Bank Dunia kini memperkirakan negara berkembang akan tumbuh 5,4% tahun ini, di bawah proyeksi sebelumnya 6,2%. Sedangkan negara maju hanya tumbuh 1,4%, turun dari proyeksi Juni lalu 2,7%. Zona euro diperkirakan kontraksi 0,3%, padahal Juni lalu Bank Dunia memperkirakan tumbuh 1,9%. Sementara itu, ekonomi AS akan tumbuh 2,2% tahun ni dan 2,4% tahun depan. Angka itu lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 2,9% dan 2,7%.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



