Bahas krisis, tiga besar Eropa siap bertemu
Jakarta, Strategydesk - Para pemimpin dari tiga ekonomi terbesar Eropa akan mengadakan pertemuan hari ini dalam rangka mengatasi perbedaan soal bagaimana mengentaskan krisis utang.
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy akan menjamu Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Italia Mario Monti, yang baru menjabat minggu lalu. Bersama, mereka akan mencari cara untuk mempercepat upaya membenahi kondisi fiskal dalam rangka menenangkan pasar seiring ancaman penyebaran krisis ke Spanyol dan inti zona euro.
Sarkozy punya tujuan dalam pertemuan ini, dengan lima bulan sebelum pemilu, ia berjuang untuk mempertahankan rating AAA-nya Perancis, meski ada peringatan dari lembaga rating terancam.
Di era Silvio Berlusconi, Italia kehilangan citranya sebagai anggota G-8 dan ekonomi terbesar ketiga Eropa, di tengah beban utang yang mencapai hampir 2 triliun euro. Dengan bertemu dengan Merkel dan Sarkozy, Monti berharap untuk meraih kembali sebagian pengaruh Roma-nya.
Tapi Perancis dan Jerman masih jauh dari bersatu dalam pandangan. Kemarin, Menteri Keuangan Perancis Francois Baroin kembali mendesak Jerman untuk melunak soal mengizinkan ECB berperan sebagai lender of the last resort.
Perancis, dan beberapa negara zona euro lainya, merasa bila ECB diperbolehkan membantu pemerintah secara aktif, bisa amat mengurangi potensi default. Tapi Jerman , bahwa setiap langkah yang hanya mencetak uang, akan menjatuhkan independensi ECB dan mandat stabilitas harganya.
Jerman tetap berpatokan dengan kesepakatan yang dibuat pada 26-27 Oktober untuk memperluas modal dan peran EFSF, yang dirancang untuk menjadi dana talangan tapi terlalu kecil untuk membantu Italia. Paris masih berharap Jerman mengubah pendiriannya bila krisis memburuk.
Pertemuan ini menyusul hasil lelang obligasi Jerman yang kurang diminati. Jerman hanya mampu mengumpulkan 3,9 miliar euro dari target 6 miliar euro dalam lelang obligasi tenor 10 tahun dengan yield rata-rata 1,98%. Lelang ini mengguncang pasar keuangan dunia, karena investor menginterpretasikan hasil ini sebagai pertanda krisis mengetuk gerbang terkuat Eropa.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



