Awan hitam selimuti saham Asia
Jakarta, Strategydesk - Saham Asia bertumbangan hari ini, setelah langkah stimulus the Fed gagal menyelamatkan Wall Street dari zona negatif.
Langkah the Fed menambah stimulus moneter hanya berhasil mengurangi kejatuhan Wall Street pada perdagangan sebelumnya sebelumnya dan semalam tidak bisa dielakkan, aksi jual mendera bursa Asia dan Eropa.
Sikap The Fed yang mengumumkan akan kembali melakukan pembelian obligasi pemerintah untuk membantu ekonomi dan mencegah deflasi. Namun, the Fed juga mengatakan masih akan membeli dalam skala kecil dan obligasi tertentu. The Fed berharap langkah ini dapat menekan suku bunga surat utang dan KPR, yang akhirnya dapat mendrong perkreditan konsumen dan bisnis
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei mencatat kinerja harian terburuknya dalam sebulan terakhir kemarin, menyusul penguatan yen yang meningkatkan kecemasan mengenai prospek ekonomi Jepang. Selain itu, langkah the Fed tersebut tidak meyakinkan pasar akan mampu memulihkan ekonomi AS. Indeks Nikkei .N225 ditutup melemah 258,20 poin, atau 2,7%, di 9.292,85. Sedangkan indeks Topix turun 2,4% ke 834,45.
Indeks Nikkei kembali merana hari ini, menyusul kejatuhan Wall Street dan penguatan yen, yang diperkirakan membebani saham ekspor. Dollar melemah terhadap yen setelah the Fed mengumumkan rencana untuk membantu pemulihan ekonomi AS dengan menginvestasikan kembali uang dari sekuritas mortgage ke obligasi pemerintah. Bila dollar tembus 84 yen, maka bisa terpuruk ke level terendah dalam 15 tahun terakhir.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi juga mencatat hasil buruk kemarin, dengan anjlok ke level terendah dalam 3 minggu terakhir, menyusul kejatuhan saham teknologi. Sektor tersebut tumbang, dipimpin oleh Hynix Semiconductor dan LG Display karena kecemasan mengenai pertumbuhan laba di tengah pemulihan ekonomi global yang masih rentan. Indeks Kospi ditutup .KS11 melemah 22,94 poin, atau 1,29%, di 1.758,19.
Indeks Kospi diperkirakan masih akan mengalami penurunan hari ini, menyusul kejatuhan Wall Street karena kecemasan mengenai perlambatan perekonomian AS dan China. Aksi selling tidak bisa dielakkan, meski pelaku pasar Korsel kini menantikan hasil rapat Bank Sentral Korea (BOK)
Hang Seng Futures Kontrak Agustus (HSIQ0)
Indeks Hang Seng berakhir negatif kemarin, , karena data yang menegaskan perlambatan ekonomi China. Serangkaian data yang diumumkan, seperti produksi industrial, penjualan ritel dan investasi aset tetap China masih tumbuh. Namun, pertumbuhan tersebut berkurang, Selain itu, data lainnya menunjukan inflasi naik 3,3% di Juli, meningkatkan kecemasan Beijing akan memperketat kebijakannya. Indeks Hang Seng .HSI ditutup melemah 179,06 poin, atau 0,83%, di 21.294,54.
Tumbangnya bursa regional imbas dari anjloknya Wall Street diperkirakan akan menerpa indeks Hang Seng, level support psikologis 21.000 jadi ujian, bila ditembus dan harga ditutup dibawahnya, aksi jual masih berlanjut.
Rekomendasi
NIKKEI
KOSPI
HANG SENG
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Krisis Eropa kembali menggelayuti regional
- Regional rally berkat data AS
- Wall Street flat, regional menanti payroll
- Data manufaktur angkat regional
- Data AS mengecewakan, regional tertekan
- Wall Street koreksi tipis, regional range terbatas
- Dow koreksi, regional fokus pertemuan Uni Eropa
- Data AS giring koreksi bursa Asia
- Pasca FOMC, bursa Asia masih positif
- Apple Hijaukan Regional
- Fokus Menkeu Eropa, Nikkei menguat
- Laju Nikkei tertahan
- Sentimen Positf Eropa & AS, bursa Asia melaju
- IMF, Goldman Sach Hijaukan Asia
- Penguatan Asia Mulai Terbatasi



