Awan hitam Eropa masih naungi regional

Tanggal November 25, 2011 / 7:37 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk
Nikkei
      I
ndeks Nikkei tergelincir kemarin ke level penutupan terendah dalam 2,5 tahun terakhir, tertekan oleh faktor eksternal yang negatif. Saham bertumbangan menyusul hasil lelang obligasi Jerman yang menambah kecemasan soal krisis utang Eropa. Data AS, Eropa dan China yang buruk kegelisahan pasar. Indeks Nikkei ditutup jatuh 149,56 poin, atau 1,80% di 8.165,18.
      Indeks Nikkei masih tertekan perdagangan akhir pekan ini dimana sentiment Eropa masih menghantui pasar. Sementara itu, para analis memperkirakan indeks Nikkei terancam jatuh ke bawah 8.000 bulan ini. Meski demikian, kejatuhan ke level itu mungkin sementara dan indeks bisa sedikit kembali ke atas itu karena bargain hunting dapat mengangkatnya. Sedikit pelemahan yen diharapkan mampu mengangkat sektor ekspor.

Rekomendasi



Kospi
      I
ndeks Kospi  bangkit dan berakhir positif, setelah sempat tertekan karena anjlokny Wall Street dan hasil lelang obligasi Jerman yang mengecewakan. Hal ini berkat institusi yang borong saham menyusul kejatuhan tajam di sesi sebelumnya. Indeks Kospi ditutup menguat 11,96 poin, atau 0,67% di 1.795,06, setelah sempat melorot sampai ke 1.769,43, terendah dalam lima minggu terakhir.
      Indeks Kospi kembali terjungkal kali ini karena masih dibayangi sentimen negatif mengenai krisis utang Eropa. Hal ini dikarenakan keengganan Jerman untuk menggunakan obligasi euro dalam membantu krisis utang yang melanda beberapa negera di zona euro. Ditutupnya pasar AS semalam karena libur Thanksgiving akan mengurangi pergerakan pasar.

Rekomendasi



Hang Seng
      I
ndeks Hang berakhir positif kemarin, berkat rebound yang dipimpin oleh sektor properti dan bank menyusul aksi bargain hunting yang datang setelah indeks merosot dalam enam dari tujuh sesi terakhir. Tapi rendahnya volume mengindikasikan investor masih enggan bertransaksi. Indeks Hang Seng ditutup menguat 70,67 poin, atau 0,40%, di 17.935,10. Indeks itu telah anjlok 8,4%, atau 1.644 poin, selama tujuh sesi sebelumnya, dan menyentuh level terendah dalam lima bulan terakhir di 17.864 kemarin.
      Indeks Hang Seng kembali tertekan kali ini karena kecemasan soal krisis utang Eropa. Kini perhatian pasar tertuju ke lelang obligasi Italia, yang kemungkinan dapat semakin menekan. Dan tidak luput momentum “Black Friday” pasca libur Thanksgiving, akan memperlihatkan retail sales-nya AS.

Rekomendasi

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account