Awal tahun, euro tetap merana
Jakarta, Strategydesk - Euro mencapai level terendah dalam 11 tahun terakhir terhadap yen, dan meski menguat, tetap rentan terhadap dollar. Ini menunjukkan mata uang itu tetap merana di tahun baru karena belum tuntasnya krisis utang Eropa.
Euro sudah mencatat kejatuhan untuk tujuh hari berturut-turut atas yen, di tengah kecemasan krisis itu akan menggerus pertumbuhan ekonomi di benua itu. Ini adalah cerminan bahwa sentimen terhadap euro masihlah negatif.
Di tengah memburuknya ekonomi Eropa, para pemimpin Jerman dan Perancis kemarin mengumumkan rencana pertemuan bilateral minggu depan, tak membuang waktu demi mencapai solusi. Presiden Nicolas Sarkozy akan berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel pada 9 Januari untuk membahas persiapan pertemuan Uni Eropa di akhir bulan. Dua tahun setelah dimulai di Yunani, krisis utang telah menyebar di zona euro, mengancam ekonomi global.
Para pemimpin Eropa belum mampu mendapatkan solusi jangka panjang. Kini, mereka kembali bekerja setelah liburan akhir tahun, menghadapi ekonomi yang memburuk. Data terakhir memperlihatkan ekonomi zona euro kontraksi di kuartal terakhir 2011. Kontraksi ekonomi membuka potensi resesi, yang dapat mempersulit upaya mengatasi krisis. Mempertegas suramnya prospek ekonomi, data indeks PMI yang diumumkan kemarin menunjukkan aktivitas manufaktur di zona euro turun untuk lima bulan berturut-turut pada Desember.
Pada jam 09:00 WIB, euro berhasil menguat terhadap dollar di $1,2972, setelah sempat terpuruk ke $1,2903 akhri pekan lalu. Euro berjuang untuk kembali ke $1,30. Terhadap yen, euro berusaha bangkit dengan menguat ke 99,69 setelah tumbang hingga ke 99,39 di akhir pekan. Euro ingin meraih kembali level 100 yen.
Penguatan euro ini tidak lepas dari laju saham regional di awal tahun berkat data indeks PMI China. Level-level itu mungkin saja dapat dicapai, tapi pertanyaannya apakah euro mampu bergerak lebih jauh dari itu? Atau paling tidak bertahan di sana?
Pasar dapat menemukan katalis dari serangkaian even terjadwal hari ini, antara lain data pengangguran Jerman, indeks manufaktur ISM, dan FOMC Minutes. Pengangguran di Jerman diperkirakan berkurang sebesar 10.000 pada Desember. ISM Manufaktur AS diperkirakan naik ke 53,2 di Desember dari 52,7 di Nopember. Data yang bagus dapat menambah risk appetite.
Dari FOMC Minutes, pasar berharap mendapat petunjuk mengenai prospek kebijakan the Fed, terutama terkait stimulus, dalam hal ini Quantitative Easing (QE). Bila para pejabatnya masih enggan menerapkan itu, dollar tidak akan melemah.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Mei 2012)
- Euro masih merana, aussie melesat
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (09 Mei 2012)
- Gejolak politik Yunani tekan euro



