Aussie jatuh pasca RBA
Jakarta, Strategydesk - Aussie tergelincir setelah RBA memangkas suku bunganya hari ini dan mengindikasikan siap melakukan pelonggaran lebih lanjut.
Bank Sentral Australia (RBA) memangkas rate-nya lagi, yang merupakan kedua kalinya sejak bulan lalu, di tengah krisis utang Eropa yang mengancam ekspor komoditasnya.
RBA memangkas suku bunganya sebesar 25 bps ke 4,25% sembari mengatakan kondisi finansial semakin sulit, terutama di Eropa. Gubernur Glenn Stevens mengatakan krisis utang Eropa akan memukul pertumbuhan ekonoi global di saat solusi belum ditemukan. Meski ekonomi Australia masih tergolong baik, pertumbuhan kredit dan permintaan berkurang.
“Hal ini, ditambah dengan sikap antisipatif bisnis dan konsumen, berarti potensi perlambatan global meningkat,” kata Stevens dalam pernyatannya.
Pernyataan itu juga mengindikasikan dewan siap memangkas lagi dalam pertemuan berikutnya pada Februari. “Dewan menyimpulkan berdasarkan semua informasi yang tersedia, bahwa prospek inflasi membuka ruang untuk sejumlah pemangkasan. Makanya, dewan akan terus menetapkan kebijakan yang diperlukan untuk menjaga pertumbuhan dan inflasi rendah,” tambahnya.
Pernyataan bearish dan dovish itu menghantam aussie, yang sudah tertekan karena imbas keputusan S&P menempatkan 15 negara zona euro dalam daftar evaluasi rating. Pada jam 13:30 WIB, aussie diperdagangkan di $1,0189, melemah dari level penutupan sebelumnya $1,0268.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai
- Aussie koreksi jelang data, RBA



