Aussie jatuh pasca RBA

Tanggal December 06, 2011 / 2:03 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Aussie tergelincir setelah RBA memangkas suku bunganya hari ini dan mengindikasikan siap melakukan pelonggaran lebih lanjut.

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas rate-nya lagi, yang merupakan kedua kalinya sejak bulan lalu, di tengah krisis utang Eropa yang mengancam ekspor komoditasnya.

RBA memangkas suku bunganya sebesar 25 bps ke 4,25% sembari mengatakan kondisi finansial semakin sulit, terutama di Eropa. Gubernur Glenn Stevens mengatakan krisis utang Eropa akan memukul pertumbuhan ekonoi global di saat solusi belum ditemukan. Meski ekonomi Australia masih tergolong baik, pertumbuhan kredit dan permintaan berkurang.

“Hal ini, ditambah dengan sikap antisipatif bisnis dan konsumen, berarti potensi perlambatan global meningkat,” kata Stevens dalam pernyatannya.

Pernyataan itu juga mengindikasikan dewan siap memangkas lagi dalam pertemuan berikutnya pada Februari. “Dewan menyimpulkan berdasarkan semua informasi yang tersedia, bahwa prospek inflasi membuka ruang untuk sejumlah pemangkasan. Makanya, dewan akan terus menetapkan kebijakan yang diperlukan untuk menjaga pertumbuhan dan inflasi rendah,” tambahnya.

Pernyataan bearish dan dovish itu menghantam aussie, yang sudah tertekan karena imbas keputusan S&P menempatkan 15 negara zona euro dalam daftar evaluasi rating. Pada jam 13:30 WIB, aussie diperdagangkan di $1,0189, melemah dari level penutupan sebelumnya $1,0268.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account